Sabtu, 3 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pengelola dan Pegiat Wisata Pendakian Mesti Punya Keterampilan Medis

Jumat, 29 November 2024
A A
Penanganan medis dalam kegiatan pendakian dan wisata petualangan melalui "Indonesia Wilderness Medicine Society" pada kegiatan IMMS 2024, Jakarta, 23 November 2024. Foto Dok. Kemenparekraf.

Penanganan medis dalam kegiatan pendakian dan wisata petualangan melalui "Indonesia Wilderness Medicine Society" pada kegiatan IMMS 2024, Jakarta, 23 November 2024. Foto Dok. Kemenparekraf.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kegiatan ini perlu dilakukan rutin bagi pengelola dan penggiat alam bebas, agar pengelola dan pegiat wisata minat khusus pendakian gunung memiliki keterampilan penanganan masalah medis yang baik,” kata Itok.

IMMS 2024 dibuka secara resmi oleh dokter Reyner selaku Founder Dokter Pendaki sekaligus penggagas acara IMMS. Dalam sambutannya, Reyner mengatakan kegiatan ini penting sebagai wadah untuk mempertemukan, antara para profesional, praktisi petualangan/pendakian gunung dengan tenaga ahli kesehatan/kedokteran. Harapannya, bisa saling berbagi ilmu, kompetensi dan pengalaman, untuk mewujudkan kegiatan pendakian gunung yang aman dan nyaman.

“Gerakan positif ini tidak hanya berhenti dalam acara ini, tetapi para pihak atau peserta yang hadir dapat berbagi dan menyebarkan ilmu yang didapatkan di dalam komunitas atau organisasi masing-masing,” kata Reyner.

Baca Juga: Mengamati Terumbu Karang dan Perilaku Jalak Bali di TN Bali Barat

Pelaksanaan IMMS 2024 terbagi dalam dua sesi, yaitu workshop dan simposium. Workshop yang bertemakan Wilderness Medicine in Practice yang diselenggarakan pada 23 November 2024 diikuti oleh 150 peserta secara luring. Sedangkan simposium bertema “Safe Mountaineering for All” dilaksanakan di hari berikutnya dan diikuti 150 peserta luring dan lebih dari 100 peserta daring.

Peserta berasal dari latar belakang yang beragam antara lain, dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan, pelajar, mahasiswa, dosen, pendaki gunung, pemandu gunung, hingga anggota organisasi pecinta alam dengan rentang usia yang beragam mulai 15 hingga 72 tahun.

Kegiatan IMMS diakhiri dengan penguatan komitmen untuk bersama-sama berkolaborasi membangun kesadaran pentingnya keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam beraktivitas wisata pendakian gunung yang akan disatukan dalam sebuah wadah/gerakan “Indonesia Wilderness Medicine Society”. [WLC02]

Sumber: Kemenparekraf

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: IMMS 2024Kemenparekrafkeselamatan pendakianpendakian gunung

Editor

Next Post
Aktivitas vulkanik Gunung Slamet di Jawa Tengah meningkat. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Aktivitas Vulkanik Gunung Slamet Meningkat, Waspada Erupsi Freatik

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media