Sepanjang 2026, KLH/BPLH telah menjalankan berbagai program berbasis masyarakat melalui penyediaan motor sampah, tempat sampah terpilah, komposter, serta kegiatan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah. Hingga pertengahan tahun, realisasi pengadaan motor sampah telah mencapai 451 unit dari target 490 unit.
Pada 2027, penguatan program tersebut akan dilanjutkan melalui peningkatan alokasi kegiatan berbasis masyarakat menjadi lebih dari Rp105 miliar atau meningkat hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperluas penyediaan sarana pengelolaan sampah sekaligus memperkuat edukasi dan pendampingan masyarakat.
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya menilai program yang berdampak langsung kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar kesadaran dan partisipasi publik dalam menjaga lingkungan hidup semakin meningkat.
“Program yang langsung dirasakan masyarakat harus diperbesar. Kesadaran lingkungan tidak bisa dibangun hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat dalam program-program nyata di lapangan,” jelas Bambang.
Pembahasan tersebut menunjukkan persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan lingkungan yang membutuhkan perhatian serius. Selain penguatan kebijakan dan sarana pendukung, perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pengurangan dan penanganan sampah sejak dari sumbernya. [WLC02]
Sumber: KLH/BPLH







Discussion about this post