Selasa, 22 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pengelolaan Sampah dengan Partisipasi Publik Jadi Prioritas KLH Tahun 2027

Rabu, 17 Juni 2026
A A
Rapat dengar pendapat dan rapat kerja KLH/BPLH dengan Komisi XII DPR di SEnayan, jakarta. Foto Dok. KLH/BPLH.

Rapat dengar pendapat dan rapat kerja KLH/BPLH dengan Komisi XII DPR di SEnayan, jakarta. Foto Dok. KLH/BPLH.

Share on FacebookShare on Twitter

Sepanjang 2026, KLH/BPLH telah menjalankan berbagai program berbasis masyarakat melalui penyediaan motor sampah, tempat sampah terpilah, komposter, serta kegiatan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah. Hingga pertengahan tahun, realisasi pengadaan motor sampah telah mencapai 451 unit dari target 490 unit.

Pada 2027, penguatan program tersebut akan dilanjutkan melalui peningkatan alokasi kegiatan berbasis masyarakat menjadi lebih dari Rp105 miliar atau meningkat hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperluas penyediaan sarana pengelolaan sampah sekaligus memperkuat edukasi dan pendampingan masyarakat.

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya menilai program yang berdampak langsung kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar kesadaran dan partisipasi publik dalam menjaga lingkungan hidup semakin meningkat.

“Program yang langsung dirasakan masyarakat harus diperbesar. Kesadaran lingkungan tidak bisa dibangun hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat dalam program-program nyata di lapangan,” jelas Bambang.

Pembahasan tersebut menunjukkan persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan lingkungan yang membutuhkan perhatian serius. Selain penguatan kebijakan dan sarana pendukung, perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pengurangan dan penanganan sampah sejak dari sumbernya. [WLC02]

Sumber: KLH/BPLH

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Komisi XII DPR RIMenteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayatpartisipasi publikpengelolaan sampah

Editor

Next Post
Rayap, hewan pengurai bahan organik. Foto RoyBuri/Pixabay.com.

Mengenal Rayap, Pengurai Bahan Organik sekaligus Perusak Perabot Rumah

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media