Jumat, 6 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan

PK RTRW Kaltim jangan sampai dijadikan ajang untuk memutihkan kejahatan lingkungan dan justru menyimpang jauh dari praktik pemulihan.

Minggu, 8 Maret 2026
A A
Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.

Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.

Share on FacebookShare on Twitter

“Sekarang tinggal 2 kapal, di satu RT saja,” kata Selle.

Tak hanya hasil laut yang menurun, jumlah nelayan pun ikut turun karena hasil laut yang tidak seperti dulu. Aktivitas ekstraktif yang paling masif, yakni batu bara. Nelayan pun bingung. Bahkan dampak terburuk, nelayan terlibat kecelakaan ketika melakukan aktivitas tangkap.

Terdapat empat aspek yang perlu dipenuhi untuk bisa memastikan kesejahteraan nelayan di Balikpapan. Akses wilayah tangkap, akses regulasi, akses modal dan akses pasar yang terbatas.

Baca juga: Sofyan Sjaf, Membangun Desa Berdasarkan Al-Quran adalah Membangun Ekologi

“Masyarakat nelayan semestinya punya akses kebijakan yang disusun terkait tata ruang laut, harus adil dan setara. Perbaiki di empat aspek itu,” ucap dia.

Dari perspektif jurnalis, Pengurus AJI Balikpapan, Sucipto menjelaskan tantangan yang dihadapi untuk dapat meliput isu pesisir dan kelautan. Mulai dari lokasi geografis yang tidak mudah diakses. Juga ruang bicara yang timpang di media massa bagi pemerintah, korporat, dan masyarakat.

Solusi yang mungkin dilakukan, meskipun tidak mudah adalah dengan pendekatan jurnalisme preventif. Ketika ada keresahan warga dan organisasi masyarakat sipil terhadap rencana kebijakan, sejak awal sudah bisa diberitakan.

“Jurnalisme bisa digunakan untuk memberi early warning system,” ucap Cipto.

Kewaspadaan sipil perlu ditanamkan dan dipahami semua pihak terdampak. Termasuk paling hilir, masyarakat yang menikmati hasil laut.

“Jangan sampai berubahnya RTRW, justru menimbulkan sesuatu yang bermasalah,” imbuh dia.

Baca juga: Demi Hutan Adat, Masyarakat Adat Malind Gugat Izin Pembangunan Jalan 135 Kilometer

Ekosistem komunikasi dan persebaran informasi juga perlu ditata ulang, sehingga tidak hanya dampak positif dari ativitas saja yang dibeberkan. Informasi bisa lebih berimbang ketika ada narasi yang belum disampaikan dari kalangan nelayan misalnya.

“Laut, ikan, dan ekosistem wilayah pesisir tidak bisa bersuara. Tugas jurnalis adalah mengakomodasi suara nelayan dan pesisir ketika sudah ada gejala yang menjangkiti area tersebut,” papar dia.

Direktur Eksekutif Walhi Kaltim, Fathur Roziqin Fen menegaskan proses PK RTRW Kaltim ini jangan sampai dijadikan ajang untuk memutihkan kejahatan lingkungan dan justru menyimpang jauh dari praktik pemulihan.

“Yang paling penting, payung kebijakan yang memulihkan dan memberikan akses ke wilayah tangkap nelayan,” kata dia.

Ruang di pesisir Balikpapan sudah terkepung ekspansi industri. Kesejahteraan nelayan tak bisa dinilai dari luasnya wilayah perairan.

“Masyarakat sipil harus terus berisik dan bersuara untuk pemulihan lingkungan sekitar. Dari hulu ke hilir, maupun sebaliknya,” pesan dia. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: garis pantaiPesisir BalikpapanPK RTRWWalhi Kalimantan Timur

Editor

Next Post
Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.

Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media