Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penting, Pertolongan Pertama Psikologi Penyintas Pasca Bencana

Pasca bencana juga meninggalkan luka psikis bagi penyintas. Siapa saja yang bisa membantu memulihkannya?

Minggu, 13 November 2022
A A
Ilustrasi penyintas bencana. Foto hosny_salah/pixabay.com

Ilustrasi penyintas bencana. Foto hosny_salah/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, gelombang tinggi, hujan lebat marak terjadi pada musim saat ini. Belum lagi ancaman gempa bumi, tsunami, juga erupsi gunung berapi.

Upaya mitigasi digalakkan untuk mengurangi risiko bencana, termasuk upaya tanggap darurat terhadap para penyintas yang harus mengungsi atau pun dirawat karena sakit. Namun ada satu upaya yang acapkali terabaikan terkait pemulihan psikologi penyintas bencana yang dikenal dengan istilah Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologi.

“Ketidakseimbangan psikologis pada situasi bencana itu sebenarnya kondisi normal. Ketika kita melihat tanda-tanda stres pada orang-orang di sekitar yang mengalami krisis, kita dapat memberikan dukungan,” kata Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair), Psikolog Endang Retno Surjaningrum yang menyampaikan dalam Webinar Manajemen Kebencanaan oleh Pusat Krisis dan Pengembangan Komunitas Fakultas Psikologi Unair bertajuk “Sudah Siapkah Kita Menghadapi Bencana?” pada 5 November 2022.

Baca Juga: Fans Kpop Ajak Pemimpin Dunia Komitmen Lindungi Hutan, Bukan Memusnahkan

Endang menjelaskan PFA merupakan bantuan tahap awal yang bersifat praktis, suportif, dan humanis kepada seseorang yang baru saja mengalami tekanan atau dalam situasi krisis.
Pemberian dukungan psikologis saat masa pemulihan pasca bencana bertujuan agar penyintas merasa nyaman, rileks, dan terbantu.

“Harapannya, mereka akan segera pulih ke kondisi psikologis normal,” kata Endang.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berlaku pada bencana alam yang tergolong peristiwa skala besar. Melainkan juga skala kecil, seperti kecelakaan, pelecehan, dan kematian orang terdekat.
Pihak-pihak yang melakukan pertolongan psikologis pun tidak harus orang punya kompetensi secara keilmuan, seperti psikolog. Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi dalam memberikan pertolongan psikologis awal kepada individu atau kelompok rentan yang dituju.

Baca Juga: Tiga Gempa Guncang Garut Malam Ini

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencanaBencana Hidrometeorologipenyintas bencanapertolongan pertama psikologiPFArisiko bencanaUnair

Editor

Next Post
Desain baju dari kain lurik karya Dosen UNY, Afif Ghurub Bestari. Foto uny.ac.id

Mengenal Kain Lurik, Tak Sekadar Kain Bergaris

Discussion about this post

TERKINI

  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media