Sabtu, 11 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Susulan Gempa Davao hingga Magnitudo 6,7, Puluhan Bangunan di Sulawesi Utara Rusak

Senin, 8 Juni 2026
A A
Kerusakan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) dan rumah warga akibat terdampak gempa bumi M7,8, 8 Juni 2026. Foto BPBD Provinsi Sulawesi Utara.

Kerusakan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) dan rumah warga akibat terdampak gempa bumi M7,8, 8 Juni 2026. Foto BPBD Provinsi Sulawesi Utara.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami pascagempa bumi M7,8 di Davao, Kepulauan Mindanao, Filipina yang terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB ini, telah berakhir pada 10:15:51 WIB. Gempa bumi ini berdampak tsunami di sebagian wilayah Indonesia.

Gempa bumi ini terjadi pada koordinat 1,25° LU; 126,27° BT, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 244 km barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada kedalaman 47 km. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa ini berjenis dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

“Hasil pemantauan BMKG, terjadi kenaikan tinggi muka air laut di sejumlah wilayah,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Kenaikan muka air laut yang terdeteksi pascagempa antara lain di Loloda pada 07.20 WIB dengan ketinggian 0,09 meter. Di Ulu Siau pada pukul 07.27 WIB setinggi 0,18 meter. Di Melonguane setinggi 0,32 meter.

Selanjutnya, sensor tide gauge di Tahuna mendeteksi ketinggian air setinggi 0,3 meter pada pukul 06.58 WIB, disusul wilayah Paleleh yang mencatat ketinggian 0,45 meter pada pukul 07.34 WIB, serta Tanjung Sidupa yang merekam 0,32 meter pada pukul 07.39 WIB.

Pada pukul 07.51 WIB, alat pemantau melihat kenaikan tinggi muka air laut di Bitung setinggi 0,29 meter dan Ternate setinggi 0,14 meter. Sementara gelombang tsunami setinggi 0,75 meter menerjang wilayah Talengan pada pukul 08.20 WIB.

Sementara Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida R menjelaskan, gempa bumi ini dirasakan kuat dan berdampak di sejumlah wilayah. Daerah Miangas dan Melonguane merasakan gempa bumi dengan intensitas VI MMI. Akibatnya, getaran dirasakan oleh semua penduduk sehingga menyebabkan plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak.

Penduduk Siau dan Tagulandang turut merasakan getaran dengan intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, barang-barang terpelanting, dan tiang-tiang tampak bergoyang). Getaran di Morotai, Halmahera Utara, dan Manado dirasakan nyata dengan intensitas IV MMI, sehingga banyak orang terbangun.

Getaran dirasakan di Toli-Toli dan Kabupaten Gorontalo dengan intensitas III-IV MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk dan banyak orang terbangun). Batang dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Bolaang Mongondow Timur, Halmahera Tengah merasakan getaran dengan intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan ada truk berlalu).

“Hingga pukul 10.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 20 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 3,9 hingga 6,7,” tutur Nelly.

Rangkaian gempa susulan ini diawali pada pukul 07.11 WIB dengan kekuatan M5.9 di lokasi 241 km Barat Laut Pulau Karatung, diikuti gempa M5.7 pada pukul 07.18 WIB di posisi 211 km Barat Laut Pulau Karatung. Eskalasi guncangan susulan kembali meningkat pada pukul 07.55 WIB dengan magnitudo mencapai M6.0 di 201 km Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe. Kemudian BMKG kembali mencatat aktivitas susulan berkekuatan M5.2 pada pukul 08.10 WIB di lokasi 172 km Barat Laut Tahuna.

Adapun Direktur Gempabumi dan Tsunami, Wijayanto mengimbau masyarakat untuk memastikan keselamatan dan keamanan bangunan sebelum kembali beraktivitas. BMKG mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk melakukan pemeriksaan struktur bangunan sebelum memasuki rumah atau gedung.

“Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” tutur Wijayanto.

Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait hasil observasi di beberapa wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGBNPBGempa Davaogempa susulanKabupaten Kepulauan SangiheSulawesi Utara

Editor

Next Post
Ilustrasi pilah sampah plastik. Foto Dok. KLH/BPLH.

Pilah Sampah Kunci Pengelolaan Sampah Dua Tahun 100 Persen

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?
    In Traveling
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media