Rabu, 10 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pilah Sampah Kunci Pengelolaan Sampah Dua Tahun 100 Persen

Selasa, 9 Juni 2026
A A
Ilustrasi pilah sampah plastik. Foto Dok. KLH/BPLH.

Ilustrasi pilah sampah plastik. Foto Dok. KLH/BPLH.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia penghasil 51 juta ton sampah per tahun. Sebanyak 74 persen belum dikelola secara optimal. Sebagian besar bercampur dan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan metode open dumping.

Sementara Amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) menargetkan 100 persen sampah terkelola pada tahun 2029. Dengan 38 persen di antaranya diolah melalui fasilitas pengolahan berteknologi ramah lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat menyatakan akan menindaklanjuti Perpres tersebut untuk menyelesaikan masalah sampah dalam wktu dua tahun. Melalui penyusunan roadmap berdasarkan Skema Alur Pengelolaan Sampah sesui Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Dalam waktu dua tahun itu, pengolahan sampah akan dilakukan melalui Bank Sampah, Material Recovery Facility (MRF), Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), Rumah Kompos, Maggot BSF (Black Soldier Fly), Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), hingga Waste-to-Energy (WtE).

“Sampah yang masuk ke TPA harus dibatasi hanya untuk residu,” kata Jumhur saat pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Jakarta,

Jumhur menargetkan sampah terkelola 100 peren pada 2028. Tidak ada lagi sampah yang terbuang ke lingkungan dan persentase sampah yang terolah mencapai 62 persen. Untuk mencapai target itu, permasalahan TPA open dumping harus selesai pada 2026. Untuk merealisasikannya, menurut dia perlu peningkatan signifikan pembangunan MRF pada tahun 2027.

“Program WtE diharapkan dapat berkontribusi hingga 12 persen dari total sampah terkelola dan sisanya diproses di TPA,” kata Jumhur.

WtE mengacu pada teknologi pengolahan sampah yang mengubah sampah menjadi energi dengan menggunakan panas. Paling umum dengan insinerasi.

Ada lima poin penting pemenuhan 100 persen cakupan pelayanan dan peningkatan tata kelola pengelolaan sampah. Pertama, pengelolaan sampah menjadi urusan wajib pelayanan dasar pemerintah daerah.

Kedua, penguatan kebijakan penanganan sampah. Ketiga, kolaborasi dengan lembaga pembiayaan sebagai solusi alternatif untuk keterbatasan anggaran pengelolaan sampah pemerintah daerah. Keempat, percepatan pembentukan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) bidang pengelolaan sampah.

Kelima, standarisasi kompetensi sumber daya manusia (SDM), meliputi operator atau pengelola fasilitas persampahan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Pilah sampah jadi budaya

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa bumi yang kita tempati sedang menghadapi tekanan yang semakin berat akibat krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan (triple planetary crisis). KLH/BPLH menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan tidak ada generasi yang tertinggal dalam mewarisi masa depan yang layak.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bank sampahGas MetanaKLH/BPLHMaterial Recovery FacilityPilah SampahWaste to Energy

Editor

Next Post
Workshop Advancing Multi-hazard Exposure Information in the Java Trench Region, Indonesia: For Enhanced Risk Assessment and Resilience di Jakarta, 8 Juni 2026. Foto Dok. BRIN.

Ancaman Gempa Megathrust, Sesar Aktif di Jawa Belum Banyak Terpetakan

Discussion about this post

TERKINI

  • Workshop Advancing Multi-hazard Exposure Information in the Java Trench Region, Indonesia: For Enhanced Risk Assessment and Resilience di Jakarta, 8 Juni 2026. Foto Dok. BRIN.Ancaman Gempa Megathrust, Sesar Aktif di Jawa Belum Banyak Terpetakan
    In Rehat
    Selasa, 9 Juni 2026
  • Ilustrasi pilah sampah plastik. Foto Dok. KLH/BPLH.Pilah Sampah Kunci Pengelolaan Sampah Dua Tahun 100 Persen
    In News
    Selasa, 9 Juni 2026
  • Kerusakan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) dan rumah warga akibat terdampak gempa bumi M7,8, 8 Juni 2026. Foto BPBD Provinsi Sulawesi Utara.Susulan Gempa Davao hingga Magnitudo 6,7, Puluhan Bangunan di Sulawesi Utara Rusak
    In Bencana
    Senin, 8 Juni 2026
  • Kenaikan air laut di Pantai General Santos di Cotabato Selatan, Filipina pascagempa Davao M7,8, Senin, 8 Juni 2026. Foto Dok. @daryono_eq-talk/X.Gempa Davao M7,8, Muka Air Laut Naik Terpantau di Mindanao hingga Kaltim
    In Bencana
    Senin, 8 Juni 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Krisis Lingkungan yang Dibuat Rezim Saat Ini Dibayar Mahal Generasi Mendatang
    In Lingkungan
    Minggu, 7 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media