Kamis, 27 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penyakit Ketinggian Saat Naik Gunung, Cegah dengan Persiapan

Tak dipungkiri, penyakit ketinggian mengancam para pendaki. Pesan pakar adalah lakukan persiapan matang untuk pencegahannya. Apa sajakah itu?

Senin, 27 Maret 2023
A A
Ilustrasi badai gunung. Foto Simon/pixabay.com.

Ilustrasi badai gunung. Foto Simon/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Cara Menghadapi
Cara yang bisa dilakukan ketika mengalami gejala altitude sickness ringan adalah beristirahat terlebih dahulu. Jika makin lama semakin memburuk, maka disarankan untuk tidak melanjutkan pendakian dan segera turun.

Baca Juga: Dokter Pendaki Serukan Kesadaran Publik Soal Keselamatan Pendakian

“Kalau gejalanya semakin parah, mutlak oksigen harus diberikan dan segera turun. Begitu juga kalau sudah istirahat tapi masih sesak napas, hati-hati,” jelas Bambang.

Sementara tubuh manusia memiliki proses yang dinamakan aklimatisasi. Proses ini merupakan penyesuaian yang dilakukan tubuh saat berada pada kondisi tertentu. Salah satunya berada pada ketinggian.

“Aklimatisasi itu tidak mudah dan cepat, itu butuh waktu. Jadi sebelum mendaki harus latihan. Bisa dikombinasi dengan olahraga,” ucap dokter anestesiologi yang bertugas di RSUD dr. Soetomo tersebut.

Baca Juga: Dua Gempa di Laut Banda Maluku Dirasakan Hingga Skala IV MMI

Cara Pencegahan
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pendaki untuk menghindari altitude sickness. Pertama, hindari mendaki terlalu cepat, terutama bagi pendaki yang belum terlatih. Kedua, hindari merokok, narkoba, dan kebiasaan buruk yang merusak kesehatan. Ketiga, wanita hamil sebaiknya tidak tidur di ketinggian lebih dari 3700 mdpl.

Keempat, jaga kesehatan mental. Kelima, saat berada pada ketinggian, makanlah makanan yang mengandung banyak kalori. Keenam, jaga hidrasi dengan minum cukup air. Ketujuh, pilihlah istirahat malam pada ketinggian lebih rendah dan mendaki pada pagi hari. Kedelapan, turun sekurangnya setengah mil saat gejala AMS dirasakan. Kesembilan, istirahat yang cukup. [WLC02]

Sumber: Universitas Airlangga

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Aklimatisasialtitude sicknessFK UnairIndonesia Mountain Medicine Summitpenyakit ketinggian

Editor

Next Post
Patung kepalan tangan "Wadas Melawan" di Desa Wadas. Foto dok. Gempadewa.

Solidaritas Akademisi Menolak Konsinyasi untuk Warga Wadas

Discussion about this post

TERKINI

  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media