Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Perempuan di Garis Depan Krisis Ekologis

Sabtu, 13 Desember 2025
A A
FAMM Indonesia bersama Kaoem Telapak menggelar "FAMM Fest: mempertemukan Suara, Seni, dan Rasa" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dalam rangka peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) pada 10 Desember 2025.

FAMM Indonesia bersama Kaoem Telapak menggelar "FAMM Fest: mempertemukan Suara, Seni, dan Rasa" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dalam rangka peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) pada 10 Desember 2025.

Share on FacebookShare on Twitter

Negara memegang tanggung jawab utama untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan kerusakan ekologis yang mengancam masa depan generasi.

“Pada penutupan 16 HAKTP 2025 ini, kami menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak dapat diakhiri tanpa menghentikan kerusakan lingkungan dan menghormati hak-hak masyarakat adat. Dari Sumatera hingga Papua, kami memperingati 16 HAKTP dengan selalu memberi ruang aman bagi perempuan dan mendobrak kebebasan perempuan yang semakin gagal diperjuangkan oleh pemerintah,” kata Ija.

FAMM Indonesia bersama Kaoem Telapak menggelar acara “FAMM Fest: mempertemukan Suara, Seni, dan Rasa” di Taman Ismail Marzuki, pada Rabu, 10 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia.

FAMM Fest merupakan sebuah event dalam rangka peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) lewat One Day One Voices. Kolaborasi ini dilakukan lintas isu dan juga berkolaborasi dengar para pegiat seni. Tema tahun ini “Perempuan Melewati Batas untuk Kebebasan dan Demokrasi”.

Festival ini menyikapi ambisi besar negara untuk mengeruk sumber daya alam tanpa memperhatikan dampaknya bagi makhluk hidup. Beberapa tahun terakhir, Indonesia memasuki fase eksploitasi sumber daya alam yang paling agresif dalam dua dekade.

Baca juga: Hari HAM, Dua Warga Pembela Lingkungan Hidup di Poso dan Ketapang Dikriminalisasi

Dalam acara ini Kaoem Telapak mengambil peran dalam pergelaran pameran yang menggambarkan seperti apa wujud hutan yang sehat, praktik penghidupan Masyarakat Adat, Komunitas Lokal, dan keanekaragaman hayatinya, dan kontras dengan adanya ancaman deforestasi.

Pengurus Kaoem Telapak, Olvy Tumbelaka mengatakan, pameran tersebut memvisualisasikan dampak serta bagaimana Perempuan di wilayah adat dan komunitas lokal terus berada di garis depan dalam mempertahankan wilayah kelola mereka.

“Foto-foto pameran ini menggambarkan perjalanan kampanye dan advokasi Kaoem Telapak, sekaligus mengingatkan bahwa keindahan biodiversitas Indonesia, termasuk orangutan, bekantan, dan burung-burung khas bisa saja hilang dalam waktu dekat,” ucap Olvy dalam siaran pers Kaoem Telapak, Jumat, 12 Desember 2025.

Perempuan di wilayah adat dan komunitas lokal selama ini menjaga keutuhan ruang hidup berupa alam dan hutan yang lestari.

“Karena itu, ketika membicarakan hubungan alam dan 16 HAKTP, pertanyaannya adalah bagaimana perempuan bisa terus bergantung pada alam jika ruang hidupnya diambil alih oleh negara maupun korporasi besar,” pungkasnya. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: HAKTPHari HAM InternasionalIndustri EkstraktifKaoem TelapakKeadilan GenderKeadilan IklimKrisis Ekologi

Editor

Next Post
Penanganan darurat bencana Sumatra, pengerukan Sungai Aek Doras, Kota Sibolga, Sumatra Utara. Foto BNPB.

Bencana Sumatra, Korban Tewas Mencapai Seribu Lebih

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media