Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pernah Terjadi di Gunungkidul, Daryono: Tragedi Wisata Danau Furnas Brasil Pelajaran Penting untuk Kita

Rabu, 12 Januari 2022
A A
Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG. Foto Facebook @daryonobmkg.

Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG. Foto Facebook @daryonobmkg.

Share on FacebookShare on Twitter

“Ketidakstabilan lereng pemicu longsoran dan runtuhan dapat disebabkan oleh berbagai faktor di antaranya kesalahan dalam mendesain geometri front/lereng misal di daerah tambang yaitu ketinggian dan kemiringan lereng, pengaruh air baik air tanah maupun air hujan, jenis batuan, sifat fisik dan mekanik batuan,” kata Daryono.

Kecelakaan yang diakibatkan oleh ketidakstabilan lereng akan berdampak kepada mereka yang berada di tepi lereng atau tebing dan lingkungan sekitar yang dapat menyebabkan kerugian harta dan jiwa.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan penelitian, pengujian dan analisa terhadap kondisi lereng-lereng yang berada dekat zona tambang, permukiman atau tempat wisata, khususnya wisata geopark.

“Tragedi wisata di Danau Furnas di Calitolio, Brazil adalah pelajaran penting untuk kita sekaligus warning terhadap keamanan wisata alam kita dan pentingnya asesmen keamanan wisata geopark seperti di Danau Toba, Raja Ampat, Ciletuh, Gunung Batur, Gunung Rinjani dan kawasan wisata pantai bertebing curam seperti Green Canyon Pangandaran, Pantai Uluwatu, Pantai Dreamland di Bali, juga zona wisata perbukitan karst termasuk wisata sungai bawah tanahnya,” tulis Daryono.

Daryono pada Rabu, 12 Januari 2022, kembali memposting kejadian runtuhnya tebing di wisata alam.

“Inilah yang saya khawatirkan dan pentingnya asesmen keselamatan wisata alam-geopark,” tulis Daryono dengan menyertakan tautan berita Tribun Jogja memberitakan patahan tebing di pantai Sadranan, Tepus, Gunungkidul, Rabu 17 Juni 2015, yang menyebabkan satu orang tewas. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BrasilDanau FurnasDaryonoekowisataGunungkidultebing runtuhwisata alamwisata geoparkYogyakarta

Editor

Next Post
Ilustrasi karantina Covid-19. Foto ELG21/pixabay.com.

PTM Masa Pandemi, Dokter Anak: Idealnya Komponen Sekolah Telah Vaksinasi 100 Persen

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media