Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pertahankan Tanaman dari Perusakan Perusahaan Sawit, Lima Petani Pino Raya Ditembak

Selasa, 25 November 2025
A A
Petani Pino Raya, Bengkulu diduga ditembak petugas keamanan perusahaan sawit, 24 November 2025. Foto @infobengkuluraya/instagram.

Petani Pino Raya, Bengkulu diduga ditembak petugas keamanan perusahaan sawit, 24 November 2025. Foto @infobengkuluraya/instagram.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Lima orang petani Pino Raya, Bengkulu Selatan mengalami luka berat akibat ditembak yang diduga dilakukan pihak keamanan perusahaan sawit PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS). Sebelumnya, para petani berulang kali mengalami teror berupa perusakan pondok dan tanaman pertanian warga.

“Bahkan masyarakat berulangkali mengalami kriminalisasi,” kata Ketua Forum Masyarakat Pino Raya, Edi Hermanto.

Dari kronologi berdasarkan kesaksian para petani Pino Raya, peristiwa bermula, Senin, 24 November 2025 pukul 10.00 WIB, petani Pino Raya sudah tiga kali mendapati pihak PT ABS menggunakan bulldozer menghancurkan tanaman milik mereka.

Kemudian sekitar pukul 10.45 WIB, terjadi keributan antara petani dan pihak perusahaan karena pihak perusahaan bersikeras tidak ingin pergi. Namun pukul 12.00 WIB, keributan semakin memanas. Pada pukul 12.45 WIB, salah seorang pihak keamanan PT ABS menembak salah seorang petani Pino Raya, Buyung di bagian dada.

Baca juga: Delapan Kecamatan di Padang Pariaman Tergenang Luapan Banjir Empat Sungai

Setelah kejadian tersebut, pihak keamanan tersebut berlari sembari membabi buta menembak ke arah belakang. Tembakan mereka yang brutal itu mengenai empat orang petani Pino Raya atas nama Linsurman di bagian dengkul, Edi Hermanto yang tertembak di bagian paha, Santo tertembak di bagian rusuk bawah ketiak, dan Suhardin yang tertembak di bagian betis.

Setelah penembakan, warga mengejar dan menangkap pelaku penembakan yang diduga bernama Ricky. Beberapa warga lainnya melarikan kelima korban penembakan ke rumah sakit terdekat.

Pembiaran konflik agraria

Berdasarkan catatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bengkulu, kejadian tersebut tak lepas dari konflik agraria antara Petani Pino Raya dan PT ABS yang dibiarkan berlangsung lama. Bahkan tidak diselesaikan oleh pihak Kementerian ATR/BPN RI dan Pemerintah Daerah Bengkulu, baik Gubernur maupun Bupati sejak 2012.

Baca juga: Musim Hujan Memicu Peningkatan Potensi Erupsi Gunung Semeru

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bengkulu Selatanperusahaan sawitpetani Pino RayaWalhi Bengkulu

Editor

Next Post
Tampilan dasbor sistem informasi Satu Data Bencana (SDB) yang menampilkan menu informasi kebencanan dan dapat diakses publik untuk ketangguhan masyarakat Sumatra Barat yang diluncurkan di Auditorium Gubernur Sumatra Barat, Kota Padang, Selasa, 25 November 2025. Foto Pemprov Sumbar.

Sumatra Barat Jadi Role Model Sistem Satu Data Bencana yang Sensitif Gender

Discussion about this post

TERKINI

  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media