Rabu, 14 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Perumusan Kebijakan Energi Nasional Jangan Abaikan Masyarakat Adat

Selasa, 13 Mei 2025
A A
Masyarakat adat Aek Godang-Tornauli di Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Foto Dok. AMAN.

Masyarakat adat Aek Godang-Tornauli di Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Foto Dok. AMAN.

Share on FacebookShare on Twitter

“Mereka adalah pelindung ekologi terbaik. Contohnya masyarakat Baduy yang menerapkan gaya hidup zero carbon dengan menolak penggunaan listrik,” ujar dia.

Wahyu juga menyinggung perbedaan antara instrumen hukum internasional yang menjamin perlindungan masyarakat adat dan kondisi implementasi hukum nasional di Indonesia.

“Terdapat permasalahan koherensi. Padahal hukum internasional kedudukannya lebih tinggi karena berlaku secara universal,” papar dia.

Baca juga: Swastiko Priyambodo, Pengendalian Tikus Sawah Tak Hanya Andalkan Burung Hantu

Lebih lanjut, seminar tersebut juga menekankan bahwa dalam transisi energi, komitmen bersama penting untuk terus diwujudkan. Hal itu disampaikan Dosen Fakultas Hukum Unair, E. Joeni Arianto Kurniawan. Bahwa komitmen bersama penting dilakukan, mengingat sumber utama penyumbang emisi karbon jumlahnya juga begitu besar.

“Energi fosil sebagai penyumbang utama emisi karbon dunia, mencapai 73 persen. Siapa yang paling mendapat manfaat dan siapa yang paling terdampak? Itu yang jadi pembahasan hari ini,” ujar dia.

Ia menegaskan, jika kerja sama multiaktor dilakukan, maka dampak positif yang terasa bagi lingkungan hidup juga akan lebih besar. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Emisi karbonKebijakan Energi NasionalMasyarakat Adattransisi energiUnairWalhi Jawa Timur

Editor

Next Post
Daun kelor. Foto Dok. Unair.

Makanan Tambahan dengan Daun Kelor, Gizi Balita Stunting di Gunungkidul Alami Perbaikan

Discussion about this post

TERKINI

  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media