Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pesan Pakar Kelautan, Risiko Rip Current Berkurang dengan Membuat Peta Bahaya

Berdasarkan data statistik, kejadian kematian akibat rip current cukup tinggi, baik di Amerika maupun Asia, termasuk Indonesia.

Sabtu, 15 Februari 2025
A A
Ilustrasi wisata pantai. Foto davidvives90/pixabay.com.

Ilustrasi wisata pantai. Foto davidvives90/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

I Wayan mengimbau agar wisatawan selalu berenang di area yang diawasi penjaga pantai. Selain itu, perlu mengenali tanda-tanda bahaya akibat arus rabak, seperti perubahan warna air atau celah yang tampak jelas pada gelombang yang pecah.

Risiko ini bisa dikurangi dengan membuat peta bahaya arus rabak. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain memetakan lokasi arus rabak, memasang rambu-rambu, menyiapkan dan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan penjaga pantai (coast guard), serta mengedukasi pengunjung sebelum turun ke laut.

Baca juga: Kampus Unpad Punya Teknik Geologi, Tak Serta Merta Tertarik Mengelola Tambang

Apa yang dilakukan apabila terjebak dalam arus rabak?

I Wayan meminta agar tetap tenang dan jangan melawan arus. Berenang sejajar dengan pantai hingga keluar dari jalur arus deras.

“Jika tidak bisa meloloskan diri, mengapunglah dalam posisi terlentang untuk menghemat energi sambil memberi isyarat meminta pertolongan,” tutur dia.

Sebelumnya, Rip Current telah menyeret 13 siswa di Pantai Drini ke tengah laut. Empat di antaranya meninggal dunia setelah terjebak dalam arus rabak. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: arus rabakGuru Besar Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Yonvitnerpeta bahayarip current

Editor

Next Post
Seekor burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang merupakan jenis satwa liar dilindungi, disita dari tersangka LN. Foto ppid.menlhk.go.id

Perdagangan Satwa Liar Marak Sebab Masih Ada Pasarnya

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media