Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pesan Pakar Kelautan, Risiko Rip Current Berkurang dengan Membuat Peta Bahaya

Berdasarkan data statistik, kejadian kematian akibat rip current cukup tinggi, baik di Amerika maupun Asia, termasuk Indonesia.

Sabtu, 15 Februari 2025
A A
Ilustrasi wisata pantai. Foto davidvives90/pixabay.com.

Ilustrasi wisata pantai. Foto davidvives90/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

I Wayan mengimbau agar wisatawan selalu berenang di area yang diawasi penjaga pantai. Selain itu, perlu mengenali tanda-tanda bahaya akibat arus rabak, seperti perubahan warna air atau celah yang tampak jelas pada gelombang yang pecah.

Risiko ini bisa dikurangi dengan membuat peta bahaya arus rabak. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain memetakan lokasi arus rabak, memasang rambu-rambu, menyiapkan dan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan penjaga pantai (coast guard), serta mengedukasi pengunjung sebelum turun ke laut.

Baca juga: Kampus Unpad Punya Teknik Geologi, Tak Serta Merta Tertarik Mengelola Tambang

Apa yang dilakukan apabila terjebak dalam arus rabak?

I Wayan meminta agar tetap tenang dan jangan melawan arus. Berenang sejajar dengan pantai hingga keluar dari jalur arus deras.

“Jika tidak bisa meloloskan diri, mengapunglah dalam posisi terlentang untuk menghemat energi sambil memberi isyarat meminta pertolongan,” tutur dia.

Sebelumnya, Rip Current telah menyeret 13 siswa di Pantai Drini ke tengah laut. Empat di antaranya meninggal dunia setelah terjebak dalam arus rabak. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: arus rabakGuru Besar Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Yonvitnerpeta bahayarip current

Editor

Next Post
Seekor burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang merupakan jenis satwa liar dilindungi, disita dari tersangka LN. Foto ppid.menlhk.go.id

Perdagangan Satwa Liar Marak Sebab Masih Ada Pasarnya

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media