Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Peternakan Sapi Perah di Pegunungan Arfak akan Dihidupkan Lagi

Minggu, 10 Agustus 2025
A A
Pegunungan Arfak di Papua Barat. Foto BBKSDA Papua Barat.

Pegunungan Arfak di Papua Barat. Foto BBKSDA Papua Barat.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Keberhasilan pengembangan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) IPB University di Kabupaten Fakfak yang berjalan sejak 2023, menginspirasi Gubernur Papua Barat untuk mengembangkan di kabupaten lain. Kemudian Tim SPR IPB mengadakan kunjungan ke Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat untuk melakukan sosialisasi. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Papua Barat.

“Kegiatan ini untuk mendorong percepatan kedaulatan pangan di Papua Barat melalui SPR IPB,” kata Kepala DPKH yang juga alumni IPB University, Hendrikus saat sosialisasi di Hotel Valdos Manokwari, 26 Juli 2025.

Dalam sosialisasi tersebut, tim IPB memberikan pemahaman tentang pengertian dan tatacara pendirian SPR kepada kepala dinas dan staf, dekan, dan staf Universitas Papua (Unipa). Turut hadir calon peternak dan petani dari tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Pegunungan Arfak.

Baca juga: Biandro Wisnuyana, Kecerdasan Buatan Jadi Pisau Bermata Dua Bagi Masyarakat Adat

Saat ini, masih ada tiga kabupaten yang akan dikembangkan SPR. Namun ke depan, beberapa kabupaten juga akan mendirikan SPR IPB yang telah berhasil di berbagai tempat di Indonesia.

Peternakan sapi perah sejak kolonial

Penggagas SPR IPB, Prof, Muladno mengatakan, Pegunungan Arfak memiliki hamparan lahan yang luas dan potensi kekayaan alam yang besar. Namun, sumber daya manusia petani dan peternak masih sangat terbatas.

Penggunaan teknologi dan mekanisasi di bidang pertanian dan peternakan harus dilakukan agar pengelolaan dan pemanfaatan lahan dapat dioptimalisasi supaya produktivitasnya yang tinggi.

Baca juga: Kementerian Kehutanan Targetkan Penetapan 100 Ribu Ha Hutan Adat 2025

“SPR IPB diharapkan mampu mengubah mindset para petani dan peternak,” kata dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kabupaten ManokwariKabupaten Pegunungan ArfakPapua Baratpeternakan sapi perahSekolah Peternakan Rakyat IPB University

Editor

Next Post
Tim ekspedisi geosains yang berangkat ke selatan Pulau Sumba, NTT. 10 Agustus 2025. Foto BRIN.

Ekspedisi Geosains, Pelajari Zona Tumbukan Dua Lempeng di Selatan Pulau Sumba

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media