Wanaloka.com – Keberhasilan pengembangan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) IPB University di Kabupaten Fakfak yang berjalan sejak 2023, menginspirasi Gubernur Papua Barat untuk mengembangkan di kabupaten lain. Kemudian Tim SPR IPB mengadakan kunjungan ke Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat untuk melakukan sosialisasi. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Papua Barat.
“Kegiatan ini untuk mendorong percepatan kedaulatan pangan di Papua Barat melalui SPR IPB,” kata Kepala DPKH yang juga alumni IPB University, Hendrikus saat sosialisasi di Hotel Valdos Manokwari, 26 Juli 2025.
Dalam sosialisasi tersebut, tim IPB memberikan pemahaman tentang pengertian dan tatacara pendirian SPR kepada kepala dinas dan staf, dekan, dan staf Universitas Papua (Unipa). Turut hadir calon peternak dan petani dari tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Pegunungan Arfak.
Baca juga: Biandro Wisnuyana, Kecerdasan Buatan Jadi Pisau Bermata Dua Bagi Masyarakat Adat
Saat ini, masih ada tiga kabupaten yang akan dikembangkan SPR. Namun ke depan, beberapa kabupaten juga akan mendirikan SPR IPB yang telah berhasil di berbagai tempat di Indonesia.
Peternakan sapi perah sejak kolonial
Penggagas SPR IPB, Prof, Muladno mengatakan, Pegunungan Arfak memiliki hamparan lahan yang luas dan potensi kekayaan alam yang besar. Namun, sumber daya manusia petani dan peternak masih sangat terbatas.
Penggunaan teknologi dan mekanisasi di bidang pertanian dan peternakan harus dilakukan agar pengelolaan dan pemanfaatan lahan dapat dioptimalisasi supaya produktivitasnya yang tinggi.
Baca juga: Kementerian Kehutanan Targetkan Penetapan 100 Ribu Ha Hutan Adat 2025
“SPR IPB diharapkan mampu mengubah mindset para petani dan peternak,” kata dia.
Discussion about this post