Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Populasi Badak Jawa di TNUK Bertambah, Menteri Siti Beri Nama LordZac

Populasi badak Jawa bertambah di habitat alaminya di Taman Nasional Ujun Kulon. Dua indukan badak Jawa bernama Ratu dan Menur terekam kamera jebak, bersama masing-masing anaknya.

Senin, 19 Desember 2022
A A
Badak Jawa bernama Ratu bersama anaknya LordZac tertangkap kamera trap di Taman Nasional Ujung Kulon. Foto PPID Kementerian LHK.

Badak Jawa bernama Ratu bersama anaknya LordZac tertangkap kamera trap di Taman Nasional Ujung Kulon. Foto PPID Kementerian LHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dua induk badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), melahirkan masing-masing satu anak. Salah satu anak badak dari indukan bernama Ratu diberinama LordZac oleh Menteri Lingkunga Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Kehadiran keluarga baru badak Jawa di TNUK diketahui dari kemera trap yang merekam aktivitas dua indukan badak Jawa bernama Ratu dan Menur bersama anak badak.

Ratu dan anak LordZac berkelamin jantan terekam kamera jebak pada tanggal 18 September 2022 pukul 08.29 WIB. Berbeda dengan Ratu, anak badak dari indukan Menur belum diketahui jenis kelaminnya.

Baca Juga: Puluhan Kontainer Kayu Olahan Merbau Papua Diamankan, KLHK Duga Ada Modus Baru

Menyambut penambahan populasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, Menteri Siti mengapresiasi petugas TNUK.

“Terima kasih kepada Tim Monitoring Badak Jawa Balai TNUK yang telah berupaya memberikan yang terbaik dalam memonitor keberadaan badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, serta peran semua pihak yang turut membantu dalam menjaga dan melestarikannya,” ungkap Menteri Siti Nurbaya pada Sabtu, 17 Desember 2022.

Kelahiran anak badak Jawa ini merupakan usaha rutin dan terus-menerus dari Tim Monitoring Badak Jawa Balai TNUK yang bekerja tanpa mengenal lelah pada tingkat tapak, di antaranya melalui monitoring berbasis camera trap.

Baca Juga: Bebas Asap, Riau Jadi Jujugan 14 Negara Belajar Pengelolaan Lahan Gambut

Menteri Siti memberikan nama LordZac anak badak yang berkelamin jantan dari indukan Ratu.

“Kelahiran baru dua anak badak Jawa ini membuktikan KLHK terus berupaya meningkatkan populasi badak Jawa dan memastikanmya tidak akan punah,” kata Menteri Siti.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: badak JawaKementerian LHKMenteri Siti Nurbayapopulasi badak Jawasatwa liar yang dilindungiTaman Nasional Ujung Kulon

Editor

Next Post
Gempa Pesisir Barat Lampung dengan magnitudo 5,3 pada Senin, 19 Desember 2022, pukul 12.50 WIB, tidak berpotensi tsunami. Foto Google Earth episenter gempa berdasarkan koordinat BMKG.

Analisis BMKG Gempa Mag5,3 Pesisir Barat Lampung

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media