Senin, 24 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Populasi Badak Jawa di TNUK Bertambah, Menteri Siti Beri Nama LordZac

Populasi badak Jawa bertambah di habitat alaminya di Taman Nasional Ujun Kulon. Dua indukan badak Jawa bernama Ratu dan Menur terekam kamera jebak, bersama masing-masing anaknya.

Senin, 19 Desember 2022
A A
Badak Jawa bernama Ratu bersama anaknya LordZac tertangkap kamera trap di Taman Nasional Ujung Kulon. Foto PPID Kementerian LHK.

Badak Jawa bernama Ratu bersama anaknya LordZac tertangkap kamera trap di Taman Nasional Ujung Kulon. Foto PPID Kementerian LHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Ditegaskannya, kelahiran dua anak badak Jawa menambah jumlah anak badak Jawa pada tahun 2022. Setelah pada periode awal tahun ini juga terekam anak badak Jawa yang baru lahir.

Baca Juga: Kukuh Leksono, Bencana adalah Peristiwa Hukum, Semua Berhak Dapat Layanan Kemanusiaan

“Dengan gambaran ini, disamping rekaman kelahiran berbagai satwa liar lainnya dalam tahun 2022 dan dalam beberapa tahun terakhir ini, menunjukkan optimisme perlindungan satwa liar di Indonesia yang semakin baik dengan kerja keras berbagai pihak, dan tentu saja akan terus kita perbaiki,” ucap Menteri Siti.

Menteri Siti berpesan agar jajarannya tidak boleh terlena dengan kegembiraan kelahiran anak badak Jawa ini. Meskipun badak Jawa dapat berkembang biak bukan berarti habitat dan individu badak Jawa aman dari berbagai gangguan.

Aktivitas perburuan, predator, penyakit, kemungkinan inbreeding dan bencana alam menghadang, yang mengancam keberadaan dan kelestarian badak Jawa.

Baca Juga: Walhi, KUHP Menguntungkan Korporasi Penjahat Lingkungan

“Kita dan semua pihak yang membantu dalam upaya pelestarian badak Jawa tidak boleh lengah dan selalu mengantisipasi terhadap setiap ancaman yang mungkin akan terjadi,” jelas Menteri Siti.

Monitoring badak Jawa merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dalam rangka upaya mendapatkan data time series salah satu spesies kunci yang dimiliki Taman Nasional Ujung Kulon, selain owa Jawa (Hylobates moloch) dan banteng Jawa (Bos javanicus). [WLC01]

Sumber: PPID Kementerian LHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: badak JawaKementerian LHKMenteri Siti Nurbayapopulasi badak Jawasatwa liar yang dilindungiTaman Nasional Ujung Kulon

Editor

Next Post
Gempa Pesisir Barat Lampung dengan magnitudo 5,3 pada Senin, 19 Desember 2022, pukul 12.50 WIB, tidak berpotensi tsunami. Foto Google Earth episenter gempa berdasarkan koordinat BMKG.

Analisis BMKG Gempa Mag5,3 Pesisir Barat Lampung

Discussion about this post

TERKINI

  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan KNLH 2026, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat, 21 Agustus 2026. (Tim Media PRLH 2026)Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis: Hentikan Sumber-sumber Kerusakan!
    In News
    Jumat, 21 Agustus 2026
  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media