Minggu, 9 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Populasi Badak Jawa di TNUK Bertambah, Menteri Siti Beri Nama LordZac

Populasi badak Jawa bertambah di habitat alaminya di Taman Nasional Ujun Kulon. Dua indukan badak Jawa bernama Ratu dan Menur terekam kamera jebak, bersama masing-masing anaknya.

Senin, 19 Desember 2022
A A
Badak Jawa bernama Ratu bersama anaknya LordZac tertangkap kamera trap di Taman Nasional Ujung Kulon. Foto PPID Kementerian LHK.

Badak Jawa bernama Ratu bersama anaknya LordZac tertangkap kamera trap di Taman Nasional Ujung Kulon. Foto PPID Kementerian LHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dua induk badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), melahirkan masing-masing satu anak. Salah satu anak badak dari indukan bernama Ratu diberinama LordZac oleh Menteri Lingkunga Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Kehadiran keluarga baru badak Jawa di TNUK diketahui dari kemera trap yang merekam aktivitas dua indukan badak Jawa bernama Ratu dan Menur bersama anak badak.

Ratu dan anak LordZac berkelamin jantan terekam kamera jebak pada tanggal 18 September 2022 pukul 08.29 WIB. Berbeda dengan Ratu, anak badak dari indukan Menur belum diketahui jenis kelaminnya.

Baca Juga: Puluhan Kontainer Kayu Olahan Merbau Papua Diamankan, KLHK Duga Ada Modus Baru

Menyambut penambahan populasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, Menteri Siti mengapresiasi petugas TNUK.

“Terima kasih kepada Tim Monitoring Badak Jawa Balai TNUK yang telah berupaya memberikan yang terbaik dalam memonitor keberadaan badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, serta peran semua pihak yang turut membantu dalam menjaga dan melestarikannya,” ungkap Menteri Siti Nurbaya pada Sabtu, 17 Desember 2022.

Kelahiran anak badak Jawa ini merupakan usaha rutin dan terus-menerus dari Tim Monitoring Badak Jawa Balai TNUK yang bekerja tanpa mengenal lelah pada tingkat tapak, di antaranya melalui monitoring berbasis camera trap.

Baca Juga: Bebas Asap, Riau Jadi Jujugan 14 Negara Belajar Pengelolaan Lahan Gambut

Menteri Siti memberikan nama LordZac anak badak yang berkelamin jantan dari indukan Ratu.

“Kelahiran baru dua anak badak Jawa ini membuktikan KLHK terus berupaya meningkatkan populasi badak Jawa dan memastikanmya tidak akan punah,” kata Menteri Siti.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: badak JawaKementerian LHKMenteri Siti Nurbayapopulasi badak Jawasatwa liar yang dilindungiTaman Nasional Ujung Kulon

Editor

Next Post
Gempa Pesisir Barat Lampung dengan magnitudo 5,3 pada Senin, 19 Desember 2022, pukul 12.50 WIB, tidak berpotensi tsunami. Foto Google Earth episenter gempa berdasarkan koordinat BMKG.

Analisis BMKG Gempa Mag5,3 Pesisir Barat Lampung

Discussion about this post

TERKINI

  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Gajah Jovi dari PLG Minas, BKSDA Riau mati karena sakit, 3 Agustus 2026. Foto Dok. BKSDA Riau.Jovi, Gajah yang Berperan dalam Mitigasi Konflik di Riau Mati
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media