Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Porang, Pangan Lokal Alternatif untuk Kemandirian Desa

Porang juga bisa memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.

Selasa, 30 September 2025
A A
Porang (Amorphophallus muelleri Bl). Foto petaniporang.id.

Porang (Amorphophallus muelleri Bl). Foto petaniporang.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Inovasi Riset Pangan Lokal Lewat Padi Gamagora 7 dan Pandanwangi Cianjur

Namun pengembangan kuliner berbahan porang tetap menghadapi tantangan. Salah satunya adalah stigma negatif masyarakat, serta belum adanya uji kelayakan produk secara menyeluruh. Selain itu, keterbatasan alat, biaya, dan jaringan pemasaran juga menjadi hambatan yang sering ditemui petani.

Perlu kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha agar produk porang dapat masuk pasar lebih luas.

“Kalau hanya diekspor, yang menikmati hasilnya orang luar negeri, sementara masyarakat kita sendiri belum merasakan manfaatnya,” tegas Bambang.

Baca juga: Klaim Ramah Lingkungan, Anggota Komisi XII DPR dan Pakar Ingatkan Risiko Energi Panas Bumi

UGM melalui kegiatan riset dan pengabdian masyarakat berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi konkret. Dalam pendampingan di Ponorogo, mahasiswa juga dilibatkan agar mereka belajar langsung tentang pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi lintas disiplin, mulai dari antropologi, pertanian, hingga teknologi pangan, menjadi kunci dalam pengembangan porang. Harapannya, hasil riset tidak berhenti pada publikasi, tetapi benar-benar memberi dampak sosial.

“Kami ingin membuktikan UGM bisa berkiprah dalam penguatan ekonomi dan pangan masyarakat secara nyata,” harap dia.

Baca juga: Tren Pertanian Organik Meningkat, Dorong Pemanfaatan Pestisida dan Pupuk Nabati

Ke depan, porang diharapkan mampu menjadi pangan alternatif yang terjangkau dan diterima luas oleh masyarakat Indonesia. Jika pengolahan dan distribusinya semakin baik, maka tidak menutup kemungkinan porang bisa sejajar dengan beras dan singkong sebagai sumber karbohidrat utama.

Lebih jauh, pengembangan porang juga bisa memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor. Bambang optimis porang akan semakin populer dan menjadi pilihan masyarakat.

“Kalau porang terus dikenalkan dan disajikan di meja makan, saya yakin lama-lama masyarakat akan terbiasa, bahkan ketagihan,” kata dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Ilmu Budaya UGMkemandirian desaPangan Lokalumbi porang

Editor

Next Post
Ilustrasi lansia sehat. Foto Melody_ART/pixabay.com.

Penderita Pikun Bertambah, Belum Ada Obatnya Tapi Ada Pencegahannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media