Minggu, 27 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Potensi Lumut Kerak untuk Bumbu Masakan hingga Antbiotik

Lumut ini telah lama digunakan dalam masakan tradisional, tetapi ketersediaannya semakin terbatas.

Sabtu, 5 April 2025
A A
Lumut kerak. Foto BRIN.

Lumut kerak. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kami telah lama meneliti rempah-rempah dan obat tradisional dari Sumatera hingga Merauke. Keberhasilan akreditasi ini juga merupakan hasil kerja sama semua pihak agar hasil riset semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” kata dia.

Baca juga: Ular Gadung, Berbisa Tapi Tak Berbahaya

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup penelitian dan pengembangan Usnea spp, termasuk survei lapangan untuk mendalami keberadaannya, keanekaragaman jenis, kandungan metabolit sekunder, nilai nutrisi, serta pemanfaatannya secara berkelanjutan.

“Lebih dari sekadar melestarikan kuliner Betawi, riset ini membuka peluang inovasi dan penemuan yang bermanfaat bagi masyarakat di bidang pangan fungsional dan obat tradisional berbasis rempah lokal,” kata seorang peneliti.

Mengingat pemanfaatannya sebagai bahan baku bumbu masakan masih terbatas, eksplorasi lebih dalam diperlukan untuk menggali manfaat dan nilai ekonominya secara optimal.

Baca juga: Hari Pertama hingga Ketiga Usai Lebaran, Gunung Marapi Kembali Erupsi

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat riset akademik, tetapi juga meningkatkan pemahaman terhadap sumber daya hayati Indonesia. Sekaligus berkontribusi signifikan bagi ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan industri berbasis biodiversitas.

Menurut Kepala PREE BRIN, Asep Hidayat, penelitian ini sejalan dengan mandat PREE dalam riset inovasi di bidang etnobiologi, terutama dalam pemanfaatan sumber daya hayati , baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk bioprospeksi.

Kolaborasi antara lembaga riset dan institusi pendidikan ini diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta unggul dari universitas yang siap menjadi periset. Dengan demikian, riset etnobiologi akan terus berkembang, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan zaman. Mereka optimis bahwa target yang telah dirancang dalam kerja sama ini dapat tercapai sesuai rencana yang telah ditetapkan. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINbumbu masakankuliner Betawilumut keraksumber daya hayati

Editor

Next Post
Kuku Seloputro, jjenis burung hantu di Cagar Alam Manggis Gadungan. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Kukuk Seloputo, Hantu di Cagar Alam Manggis Gadungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media