Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Potensi Lumut Kerak untuk Bumbu Masakan hingga Antbiotik

Lumut ini telah lama digunakan dalam masakan tradisional, tetapi ketersediaannya semakin terbatas.

Sabtu, 5 April 2025
A A
Lumut kerak. Foto BRIN.

Lumut kerak. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kami telah lama meneliti rempah-rempah dan obat tradisional dari Sumatera hingga Merauke. Keberhasilan akreditasi ini juga merupakan hasil kerja sama semua pihak agar hasil riset semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” kata dia.

Baca juga: Ular Gadung, Berbisa Tapi Tak Berbahaya

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup penelitian dan pengembangan Usnea spp, termasuk survei lapangan untuk mendalami keberadaannya, keanekaragaman jenis, kandungan metabolit sekunder, nilai nutrisi, serta pemanfaatannya secara berkelanjutan.

“Lebih dari sekadar melestarikan kuliner Betawi, riset ini membuka peluang inovasi dan penemuan yang bermanfaat bagi masyarakat di bidang pangan fungsional dan obat tradisional berbasis rempah lokal,” kata seorang peneliti.

Mengingat pemanfaatannya sebagai bahan baku bumbu masakan masih terbatas, eksplorasi lebih dalam diperlukan untuk menggali manfaat dan nilai ekonominya secara optimal.

Baca juga: Hari Pertama hingga Ketiga Usai Lebaran, Gunung Marapi Kembali Erupsi

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat riset akademik, tetapi juga meningkatkan pemahaman terhadap sumber daya hayati Indonesia. Sekaligus berkontribusi signifikan bagi ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan industri berbasis biodiversitas.

Menurut Kepala PREE BRIN, Asep Hidayat, penelitian ini sejalan dengan mandat PREE dalam riset inovasi di bidang etnobiologi, terutama dalam pemanfaatan sumber daya hayati , baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk bioprospeksi.

Kolaborasi antara lembaga riset dan institusi pendidikan ini diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta unggul dari universitas yang siap menjadi periset. Dengan demikian, riset etnobiologi akan terus berkembang, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan zaman. Mereka optimis bahwa target yang telah dirancang dalam kerja sama ini dapat tercapai sesuai rencana yang telah ditetapkan. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINbumbu masakankuliner Betawilumut keraksumber daya hayati

Editor

Next Post
Kuku Seloputro, jjenis burung hantu di Cagar Alam Manggis Gadungan. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Kukuk Seloputo, Hantu di Cagar Alam Manggis Gadungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media