Selasa, 3 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Prevalensi Penderita Kusta di DIY Terendah, Tapi Tiap Bulan Ada Pasien Baru

Yang terpenting, masyarakat diimbau untuk menghilangkan stigma sosial yang menjadi salah satu penghambat pengobatan para penderita.

Rabu, 14 Januari 2026
A A
Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.com

Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Gejala utama penyakit ini ditandai dengan kulit yang mati rasa yang acapkali dianggap gejala penyakit kulit lainnya. Untuk memastikan, Hardyanto menyampaikan deteksi dini yang paling mudah dengan menggunakan kapas yang dipilin. Kemudian ujungnya disentuhkan pada bagian bercak kulit dan sekitarnya.

“Terasa atau tidak, jika tidak ada kemungkinan terindikasi,” ujar dia.

Masyarakat diimbau tidak perlu takut dengan penyakit kusta karena kusta termasuk dalam penyakit menular yang paling lemah. Jika menyadari ada penyakit kulit, sebaiknya harus segera dikonsultasikan.

“Pemerintah harus lebih memberikan perhatian terhadap pemberantasan penyakit kusta, dengan diberlakukan kembali wakil supervisor (wasor) untuk pemeriksaan pasien,” kata dia.

Baca juga: Akumulasi Penyebab Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar Terjadi di Hulu Aliran Sungai

Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia dengan jumlah kasus penderita penyakit kusta terbanyak setelah India dan Brasil. Sebab prevalensi kusta tercatat sebesar 0,63 kasus per 10.000 populasi. Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan RI 2023 menunjukkan ada sekitar hampir 15.000 kasus baru kusta.

Di kalangan masyarakat, penyakit kusta dianggap penyakit kutukan. Stigma sosial itu membuat membuat penderita menyembunyikan penyakitnya sehingga terlambat berobat. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FK-KMK UGMKulit Mati RasaPenyakit Kulitpenyakit kustaPenyakit Lepra

Editor

Next Post
Penampakan huntara dari kayu hanyutan di Aceh. Foto Dok. Rumah Zakat.

Kayu Hanyutan Jadi Huntara, Biar Penyintas Aceh Tak Terlalu Lama Hidup di Tenda

Discussion about this post

TERKINI

  • Gerhana bulan total hari ini Kamis, 8 November 2022, dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Foto tangkap layar Twitter BMKG.Tanggal 3 Maret 2026, Puncak Gerhana Bulan Total Mulai Pukul 18.03 WIB
    In News
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UNiversity, Prof. Etty Riani. Foto CRPG Indonesia/youtube.Etty Riani, Yang Berpotensi Masuk Dalam Darah adalah Nanoplastik, Bukan Mikroplastik
    In Sosok
    Senin, 2 Maret 2026
  • Ilustrasi parfum dari kemenyan. Foto Dok. BRIN.Memaksimalkan Potensi Kemenyan, Kapur Barus dan Cengkeh Menjadi Parfum
    In IPTEK
    Senin, 2 Maret 2026
  • Ilustrasi matcha. Foto freepik.com.Matcha Bukan Solusi Instan agar Kulit Glowing
    In Rehat
    Minggu, 1 Maret 2026
  • Kota Mamuju. Foto Dok. BRIN.Riset BRIN, Paparan Radiasi Alam Mamuju Capai 9 Kali Rata-Rata Dunia
    In IPTEK
    Minggu, 1 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media