Gejala utama penyakit ini ditandai dengan kulit yang mati rasa yang acapkali dianggap gejala penyakit kulit lainnya. Untuk memastikan, Hardyanto menyampaikan deteksi dini yang paling mudah dengan menggunakan kapas yang dipilin. Kemudian ujungnya disentuhkan pada bagian bercak kulit dan sekitarnya.
“Terasa atau tidak, jika tidak ada kemungkinan terindikasi,” ujar dia.
Masyarakat diimbau tidak perlu takut dengan penyakit kusta karena kusta termasuk dalam penyakit menular yang paling lemah. Jika menyadari ada penyakit kulit, sebaiknya harus segera dikonsultasikan.
“Pemerintah harus lebih memberikan perhatian terhadap pemberantasan penyakit kusta, dengan diberlakukan kembali wakil supervisor (wasor) untuk pemeriksaan pasien,” kata dia.
Baca juga: Akumulasi Penyebab Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar Terjadi di Hulu Aliran Sungai
Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia dengan jumlah kasus penderita penyakit kusta terbanyak setelah India dan Brasil. Sebab prevalensi kusta tercatat sebesar 0,63 kasus per 10.000 populasi. Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan RI 2023 menunjukkan ada sekitar hampir 15.000 kasus baru kusta.
Di kalangan masyarakat, penyakit kusta dianggap penyakit kutukan. Stigma sosial itu membuat membuat penderita menyembunyikan penyakitnya sehingga terlambat berobat. [WLC02]
Sumber: UGM






Discussion about this post