Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Prevalensi Penderita Kusta di DIY Terendah, Tapi Tiap Bulan Ada Pasien Baru

Yang terpenting, masyarakat diimbau untuk menghilangkan stigma sosial yang menjadi salah satu penghambat pengobatan para penderita.

Rabu, 14 Januari 2026
A A
Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.com

Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penyakit kusta atau lepra termasuk penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini bersifat kronis menahun yang apabila tidak diobati sedari awal dapat menyebabkan cacat permanen pada stadium terminal.

Angka prevalensi penyakit kusta di beberapa daerah masih tinggi seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua. Sementara di DI Yogyakarta memiliki angka prevalensi paling rendah, tetapi hingga saat ini masih ditemukan penyakitnya.

“Setiap bulan saya mendapat pasien baru. Artinya, penularan penyakit itu masih terjadi terus di masyarakat,” ungkap Guru Besar Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM Prof. Hardyanto Soebono di Kampus UGM, Senin, 12 Januari 2026.

Baca juga: Legislator Kritik Seremonial Bantuan Menteri di Aceh, Puluhan Kampung Masih Terisolasi

Perlu beberapa upaya yang harus dilakukan untuk mengurangi penularan. Seperti memberikan edukasi yang terus dilakukan, terutama di daerah dengan indeks tinggi. Kemudian masyarakat melakukan deteksi dini untuk segala jenis penyakit agar dapat segera diobati.

Persediaan obat juga harus terus ada dan merata di seluruh daerah. Yang terpenting, masyarakat diimbau untuk menghilangkan stigma sosial yang menjadi salah satu penghambat pengobatan para penderita.

“Penyakit kusta seratus persen dapat disembuhkan apabila belum mengalami cacat permanen,” kata dia.

Baca juga: Jangan Sepelekan Kemasan Kaleng Makanan yang Penyok, Gembung dan Berkarat

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FK-KMK UGMKulit Mati RasaPenyakit Kulitpenyakit kustaPenyakit Lepra

Editor

Next Post
Penampakan huntara dari kayu hanyutan di Aceh. Foto Dok. Rumah Zakat.

Kayu Hanyutan Jadi Huntara, Biar Penyintas Aceh Tak Terlalu Lama Hidup di Tenda

Discussion about this post

TERKINI

  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media