Jumat, 17 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Prevalensi Penderita Kusta di DIY Terendah, Tapi Tiap Bulan Ada Pasien Baru

Yang terpenting, masyarakat diimbau untuk menghilangkan stigma sosial yang menjadi salah satu penghambat pengobatan para penderita.

Rabu, 14 Januari 2026
A A
Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.com

Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penyakit kusta atau lepra termasuk penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini bersifat kronis menahun yang apabila tidak diobati sedari awal dapat menyebabkan cacat permanen pada stadium terminal.

Angka prevalensi penyakit kusta di beberapa daerah masih tinggi seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua. Sementara di DI Yogyakarta memiliki angka prevalensi paling rendah, tetapi hingga saat ini masih ditemukan penyakitnya.

“Setiap bulan saya mendapat pasien baru. Artinya, penularan penyakit itu masih terjadi terus di masyarakat,” ungkap Guru Besar Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM Prof. Hardyanto Soebono di Kampus UGM, Senin, 12 Januari 2026.

Baca juga: Legislator Kritik Seremonial Bantuan Menteri di Aceh, Puluhan Kampung Masih Terisolasi

Perlu beberapa upaya yang harus dilakukan untuk mengurangi penularan. Seperti memberikan edukasi yang terus dilakukan, terutama di daerah dengan indeks tinggi. Kemudian masyarakat melakukan deteksi dini untuk segala jenis penyakit agar dapat segera diobati.

Persediaan obat juga harus terus ada dan merata di seluruh daerah. Yang terpenting, masyarakat diimbau untuk menghilangkan stigma sosial yang menjadi salah satu penghambat pengobatan para penderita.

“Penyakit kusta seratus persen dapat disembuhkan apabila belum mengalami cacat permanen,” kata dia.

Baca juga: Jangan Sepelekan Kemasan Kaleng Makanan yang Penyok, Gembung dan Berkarat

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FK-KMK UGMKulit Mati RasaPenyakit Kulitpenyakit kustaPenyakit Lepra

Editor

Next Post
Penampakan huntara dari kayu hanyutan di Aceh. Foto Dok. Rumah Zakat.

Kayu Hanyutan Jadi Huntara, Biar Penyintas Aceh Tak Terlalu Lama Hidup di Tenda

Discussion about this post

TERKINI

  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media