Senin, 9 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Protes Pembukaan Jalan Tambang Desa Wadas, Gempadewa: Hukum Masih Berproses

Senin, 10 April 2023
A A
Gempadewa menggelar aksi protes pembuka akses jalan tambang Desa Wadas di Dusun Karang, Senin, 10 April 2023. Foto Gempadewa.

Gempadewa menggelar aksi protes pembuka akses jalan tambang Desa Wadas di Dusun Karang, Senin, 10 April 2023. Foto Gempadewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Puluhan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa) menggelar aksi di lokasi pembukaan akses jalan tambang Desa Wadas di Dusun Karang, Senin, 10 April 2023. Sebuah poster besar lain dipasang ekskavator bertuliskan, “Usir Alat Berat, Tolak Tambang, Wadas Harus Melawan”.

“Kami minta kepada pihak-pihak terkait agar menarik seluruh peralatan berat ini keluar dari Desa Wadas,” seru salah seorang aktivis Gempadewa, Siswanto dalam rilis yang diterima Wanaloka.com pada 10 April 2023.

Salah satu penolakan warga atas kehadiran alat-alat berat tersebut karena pembukaan akses jalan telah menghancurkan wilayah hutan di Wadas. Akibatnya, ketika hujan deras, air langsung turun dan menggenangi rumah-rumah milik warga yang berada di kaki bukit seperti yang terjadi pada 26 Maret 2023.

Baca Juga: Netizen Kesal, Komponen Seismik Gunung Marapi Kembali Dicuri

Kejadian banjir itu semakin meyakinkan warga bahwa tambang andesit di Desa Wadas yang dilakukan di perbukitan akan berpotensi menimbulkan bencana, seperti longsor dan banjir. Mereka juga akan kehilangan tanah yang jadi sumber kehidupan dan sumber air untuk keperluan sehari-hari.

Dalam aksi itu, Gempadewa juga melakukan tabur bunga di lokasi pembukaan akses jalan. Aksi tersebut merupakan ekspresi warga atas hilangnya hutan mereka yang hijau dan penuh dengan pepohonan yang hasilnya bisa menopang kehidupan warga desa.

“Ini bentuk rasa keprihatinan atau duka cita dari warga Wadas karena hutannya sudah dirusak pemerintah,” tegas Siswanto.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Akses Jalan TambangDesa WadasGempadewagugatan izin tambang

Editor

Next Post
Dalam Forum G20 Pokja PRB, BNPB berbagi pengalaman penanganan bencana tsunami Aceh, gempa Yogyakarta, Sulawesi Tengah hingga gempa Cianjur. Foto BNPB.

BNPB Berbagi Pengalaman Penanganan Bencana di Forum G20 Pokja PRB

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media