Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Protes Pembukaan Jalan Tambang Desa Wadas, Gempadewa: Hukum Masih Berproses

Senin, 10 April 2023
A A
Gempadewa menggelar aksi protes pembuka akses jalan tambang Desa Wadas di Dusun Karang, Senin, 10 April 2023. Foto Gempadewa.

Gempadewa menggelar aksi protes pembuka akses jalan tambang Desa Wadas di Dusun Karang, Senin, 10 April 2023. Foto Gempadewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Keberhasilan Kolaborasi Konservasi Gajah Sumatera di Riau

Mereka juga memasang poster besar bertuliskan, “Masih Dalam Proses, Harap Dihentikan” pada sebuah alat berat, loader. Mengingat saat ini, warga Wadas masih mengajukan gugatan terhadap izin tambang batu andesit di sana melalui proses hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Batu andesit tersebut akan digunakan untuk material pembangunan Bendungan Bener yang berada di Desa Bener, tak jauh dari Wadas.

“Kami menuntut pemerintah membatalkan rencana penambangan batu andesit di desa kami,” tegas Siswanto..

Namun meskipun masih dalam proses hukum, pemerintah terus menjalankan rencananya. Salah satunya adalah membuat akses jalan di Wadas yang akan menghubungkan antara tapak penambangan andesit dengan tapak Bendungan Bener.

Baca Juga: BNPB Siapkan Mitigasi Potensi Bencana Hidrometeorologi Masa Lebaran 2023

“Kami minta semua aktivitas di Wadas dihentikan karena gugatan soal izin di PTUN Jakarta belum ada putusan. Masih banding,” tambah Siswanto.

Aksi warga diakhiri dengan pernyataan tekad warga Wadas untuk menolak tambang andesit. Pernyataan tersebut dipimpin Mbah Marsono, salah seorang sesepuh Gempadewa. Mbah Marsono sangat menyayangkan sikap pemerintah yang terus memaksa warga Wadas menjual tanahnya untuk tambang andesit. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Akses Jalan TambangDesa WadasGempadewagugatan izin tambang

Editor

Next Post
Dalam Forum G20 Pokja PRB, BNPB berbagi pengalaman penanganan bencana tsunami Aceh, gempa Yogyakarta, Sulawesi Tengah hingga gempa Cianjur. Foto BNPB.

BNPB Berbagi Pengalaman Penanganan Bencana di Forum G20 Pokja PRB

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media