Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pulau Maitara, Pulau Kaya Rempah di Lembar Uang Pecahan Seribu

Minggu, 27 November 2022
A A
Pulau Maitara yang lanskapnya pernah dicetak dalam lembar uang seribu rupiah. Foto kemenparekraf.go.id

Pulau Maitara yang lanskapnya pernah dicetak dalam lembar uang seribu rupiah. Foto kemenparekraf.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: DPR Sahkan RKUHP Sebelum Reses, YLBHI: Semua Bisa Kena Kriminalisasi

Pada waktu yang telah ditentukan, burung Garuda itu dilepas menuju puncak Gunung Kie Besi. Setelah matahari terbenam, burung Garuda mulai bekerja semalam suntuk mengumpulkan tanah dan batu hingga menjelang terbitnya matahari. Burung Garuda pun bersiap pulang dengan membawa pulang tanah dan batu yang akan ditumpuk di puncak Gunung Gamalama.

Namun dalam perjalanan pulang, siang pun datang. Burung Garuda yang telah mendekati puncak Gunung Gamalam segera melepaskan beban tanah dan babatuan yang berjatuhan ke laut antara Rum dan Kayu Merah. Tanah dan bebatuan itulah yang menjelma menjadi sebuah pulau yang dinamakan Pulau Maitara. Dalam Bahasa Makian Barat, “mai” artinya batu dan “tara” artinya ke bawah. Pulau Maitara ini terletak di sebelah selatan kota Ternate dengan bentuk pulaunya yang indah.

Baca Juga: Gempa Cianjur, BNPB Salurkan Logistik ke Daerah Sulit Dijangkau

Untuk mencapai Danau Ngade, wisatawan bisa menempuh perjalanan dari Kota Ternate sejauh 10 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 30 sampai 45 menit menggunakan kendaraan roda dua atau mobil. Wisatawan hanya membayar uang parkir sebesar Rp5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat.

Pulau Kaya Rempah

Lanskap Pulau Maitara pada lembar uang Rp1.000. Foto kemenparekraf.go.id
Lanskap Pulau Maitara pada lembar uang Rp1.000. Foto kemenparekraf.go.id

Mengapa Pulau Maitara diabadikan dalam uang kertas? Dikutip dari tulisan Program Studi Parastologi dan Entomologi Kesehatan IPB Bogor 2016, Upik Kesumawati Hadi, dua pulau tersebut punya peranan penting pada sejarah Indonesia. Yakni aneka tumbuhan penghasil rempah-rempah banyak bertumbuh di sana sehingga menjadi incaran Portugis pada abad 16.

Baca Juga: Analisis Pakar, Perlu Peta Jalur Gempa untuk Hidup Harmonis dengan Gempa

Portugis pertama kali masuk ke kepulauan Maluku usai menaklukkan Malaka pada 1512. Di Pulau Maitara inilah penjajah Portugis pertama kali menginjakkan kaki di wilayah Maluku. Selanjutnya melalui penaklukan militer dan persekutuan dengan penguasa setempat, mereka mendirikan pos, benteng, dan misi perdagangan di Indonesia Timur dengan rempah-rempah berupa cengkih dan pala sebagai komoditas utamanya.

Bunga cengkih adalah rempah-rempah tertua yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi. Pohon cengkih merupakan tanaman asli kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore), yang dikenal sebagai ‘The Spice Islands’. Dan pala merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia berasal dari wilayah Banda dan Maluku. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: burung GarudaGunung Gamalamakisah legendaMenparekraf Sandiaga UnoProvinsi Maluku UtaraPulau MaitaraPulau Tidorerempah-rempahThe Spice Islands

Editor

Next Post
Data korban gempa Cianjur hingga Minggu, 27 November 2022, meninggal dunia mencapai 321 orang. Foto BNPB, kondisi permukiman warga terdampak di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu, 26 November 2022.

Data Terkini Korban Gempa Cianjur 321 Orang Meninggal Dunia

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media