Selasa, 21 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Puluhan Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Terdampak Banjir dan Longsor

Rabu, 4 Desember 2024
A A
Penampakan banjir bandang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 4 Desember 2024. Foto tangkapan layar video X/@infomitigasi

Penampakan banjir bandang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 4 Desember 2024. Foto tangkapan layar video X/@infomitigasi

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Banjir, tanah longsor, dan angin kencang melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa, 3 Desember 2024 sekitar pukul 06.00 WIB. Hujan deras yang turun selama beberapa jam mengakibatkan banjir yang merendam permukiman warga dan tanah longsor yang menimpa beberapa rumah.

Dalam sebuah video singkat 20 detik yang diunggah akun X @infomitigasi tertanggal 4 Desember 2024 menampakkan tiga unit mobil hanyut dalam luapan banjir berwarna cokelat susu itu. Bahkan tiga mobil itu tampak terbalik, tenggelam dan terseret arus banjir yang melaju di jalanan di antara rumah-rumah warga.

Berdasarkan laporan yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), satu orang tewas akibat tertimbun longsor. Sebanyak 243 jiwa tercatat sebagai korban yang terdampak dan 46 KK (96 jiwa) mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman. Sementara itu, 7 KK (19 jiwa) lainnya terancam di wilayah rawan longsor dan banjir.

Baca Juga: Pelepasliaran Kasuari Selatan di Hutan Keramat Masyarakat Adat Papua

Kerugian material yang tercatat hingga saat ini meliputi 36 unit rumah rusak ringan, 3 unit rumah rusak sedang, dan 1 unit rumah rusak berat akibat tanah longsor dan banjir. Selain itu, sekitar 10 unit rumah terendam banjir. Sementara enam fasilitas umum (fasum), seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan atau terputus. Kerusakan ini berdampak pada akses transportasi dan distribusi bantuan di wilayah terdampak.

Wilayah terdampak meliputi 22 kecamatan dari 47 kecamatan di sana dengan kerusakan bervariasi. Kecamatan yang paling parah terdampak antara lain Ciemas, Palabuhanratu, dan Simpenan. Banjir dan longsor terjadi hampir di setiap kecamatan, termasuk daerah-daerah yang sebelumnya dianggap aman.

Desa Rato di Kecamatan Ciemas mengalami kerusakan signifikan akibat longsor yang menimbun rumah-rumah warga. Di Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu juga terdampak parah dengan banjir yang menggenangi jalan-jalan utama dan rumah-rumah warga.

Baca Juga: Ketebalan ‘Salju Abadi’ Jayawijaya 32 Meter Tahun 2010, Kini Tinggal 4 Meter

Sementara di Desa Sangrawayang dan Loji di Kecamatan Simpenan mengalami longsor yang mengancam pemukiman warga. Desa lainnya yang terdampak, antara lain Desa Tegallega di Kecamatan Cidolog, Desa Ciengang di Kecamatan Gegerbitung, serta Desa Sirnaresmi di Kecamatan Cisolok. Serta Di Desa Hegarmamah dan Ubrug di Kecamatan Warungkiara juga mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor yang terjadi bersamaan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir dan LongsorKabupaten CianjurKabupaten Sukabumi

Editor

Next Post
Rapat BMKG bersama Komisi V DPR membahas persiapan libur Nataru 2024/2025, 4 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.

Mobilitas Tinggi di Jawa-Sumatera, Cek Info Cuaca Ekstrem Sebelum Liburan Nataru

Discussion about this post

TERKINI

  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media