Sabtu, 22 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Refleksi 9 Tahun Menteri Siti Nurbaya di Hari Bakti Rimbawan

Sabtu, 18 Maret 2023
A A
Menteri LHK Siti Nurbaya memotong nasi tumpeng di acara resepsi peringatan Hari Bakti Rimbawan yang ke-40 tahun 2023. Foto ppid.menlhk.go.id.

Menteri LHK Siti Nurbaya memotong nasi tumpeng di acara resepsi peringatan Hari Bakti Rimbawan yang ke-40 tahun 2023. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Memperingati Hari Bakti Rimbawan yang ke-40 di tahun 2023, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyampaikan delapan poin penting yang dikerjakan selama menjabat sebagai menteri sejak 2014.

Menteri Siti Nurbaya menegaskan  Kementerian LHK telah mengalami perubahan yang sangat mendasar bahkan paradigmatis.

“Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun kita telah bekerja sangat keras dalam upaya menjaga dan mengelola sumber daya alam,” ucap Menteri Siti Nurbaya di acara resepsi Hari Bakti Rimbawan pada Kamis, 16 Maret 2023.

Baca Juga: Obituari Widodo: Petani Melawan Penambangan Pasir Besi dengan Menanam

Dalam peringatan Hari Bakti Rimbawan itu, Menteri Siti Nurbaya menuturkan, sejak 2014 hingga sekarang telah dilakukan dilakukan dan memberikan perubahan yang paradigmatis.

Pertama, keberpihakan kepada masyarakat terhadap akses kelola hutan, termasuk masyarakat adat. Kedua, perubahan dari orientasi usaha timber management menjadi forest landscape management yang berorientasi pada sustainable forest management.

Ketiga, solusi permanen pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Keempat, perlindungan dan pemulihan lingkungan melalui antara lain diawali dengan pembangunan persemaian skala besar, rehabilitasi hutan dan lahan, tata kelola gambut, replikasi ekosistem, rehabilitasi mangrove, serta perlindungan sumberdaya air, dan upaya pemulihan daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivis lingkunganHari Bhakti Rimbawanhutan tropika basahLingkungan hidupMenteri Siti Nurbaya

Editor

Next Post
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu, 18 Maret 2023, pukul 14.46 WIB. Foto magma.esdm.go.id.

Gunung Anak Krakatau Alami 3 Kali Erupsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
  • Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media