Sabtu, 30 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Refleksi 9 Tahun Menteri Siti Nurbaya di Hari Bakti Rimbawan

Sabtu, 18 Maret 2023
A A
Menteri LHK Siti Nurbaya memotong nasi tumpeng di acara resepsi peringatan Hari Bakti Rimbawan yang ke-40 tahun 2023. Foto ppid.menlhk.go.id.

Menteri LHK Siti Nurbaya memotong nasi tumpeng di acara resepsi peringatan Hari Bakti Rimbawan yang ke-40 tahun 2023. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Memperingati Hari Bakti Rimbawan yang ke-40 di tahun 2023, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyampaikan delapan poin penting yang dikerjakan selama menjabat sebagai menteri sejak 2014.

Menteri Siti Nurbaya menegaskan  Kementerian LHK telah mengalami perubahan yang sangat mendasar bahkan paradigmatis.

“Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun kita telah bekerja sangat keras dalam upaya menjaga dan mengelola sumber daya alam,” ucap Menteri Siti Nurbaya di acara resepsi Hari Bakti Rimbawan pada Kamis, 16 Maret 2023.

Baca Juga: Obituari Widodo: Petani Melawan Penambangan Pasir Besi dengan Menanam

Dalam peringatan Hari Bakti Rimbawan itu, Menteri Siti Nurbaya menuturkan, sejak 2014 hingga sekarang telah dilakukan dilakukan dan memberikan perubahan yang paradigmatis.

Pertama, keberpihakan kepada masyarakat terhadap akses kelola hutan, termasuk masyarakat adat. Kedua, perubahan dari orientasi usaha timber management menjadi forest landscape management yang berorientasi pada sustainable forest management.

Ketiga, solusi permanen pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Keempat, perlindungan dan pemulihan lingkungan melalui antara lain diawali dengan pembangunan persemaian skala besar, rehabilitasi hutan dan lahan, tata kelola gambut, replikasi ekosistem, rehabilitasi mangrove, serta perlindungan sumberdaya air, dan upaya pemulihan daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivis lingkunganHari Bhakti Rimbawanhutan tropika basahLingkungan hidupMenteri Siti Nurbaya

Editor

Next Post
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu, 18 Maret 2023, pukul 14.46 WIB. Foto magma.esdm.go.id.

Gunung Anak Krakatau Alami 3 Kali Erupsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Tim dari BMKg melakukan inpeksi sistempemantauan gempa dan tsunami di Bali, 27 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.Pengembangan Sistem Geohazard Gempa Bumi yang Akurat dan Real Time
    In IPTEK
    Rabu, 27 Mei 2026
  • Dampak bencana ekologis di Sumatra. Foto Kementerian Kehutanan.Andalas Pastikan Ruang dan Penghidupan Bentang Alam Sumatra Kritis
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Mei 2026
  • Ilustrasi daging kurban dibungkus daun jati. Foto kemenagsidoarjo.com.Tantangan Pascakurban: Pengolahan Limbah, Penyimpanan Daging dan Risiko Zoonosis
    In Rehat
    Selasa, 26 Mei 2026
  • Ilustrasi PLTU batu bara. Foto jplenio/pixabay.comWalhi Region Jawa Desak Pensiunkan Dini Pembangkit Listrik Energi Fosil
    In News
    Senin, 25 Mei 2026
  • Ilustrasi kuda laut. Foto Aristal/Pixabay.com.Spesies Kuda Laut di Indonesia Terancam Penangkapan Tanpa Batas
    In Rehat
    Minggu, 24 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media