Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Refleksi 9 Tahun Menteri Siti Nurbaya di Hari Bakti Rimbawan

Sabtu, 18 Maret 2023
A A
Menteri LHK Siti Nurbaya memotong nasi tumpeng di acara resepsi peringatan Hari Bakti Rimbawan yang ke-40 tahun 2023. Foto ppid.menlhk.go.id.

Menteri LHK Siti Nurbaya memotong nasi tumpeng di acara resepsi peringatan Hari Bakti Rimbawan yang ke-40 tahun 2023. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Memperingati Hari Bakti Rimbawan yang ke-40 di tahun 2023, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyampaikan delapan poin penting yang dikerjakan selama menjabat sebagai menteri sejak 2014.

Menteri Siti Nurbaya menegaskan  Kementerian LHK telah mengalami perubahan yang sangat mendasar bahkan paradigmatis.

“Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun kita telah bekerja sangat keras dalam upaya menjaga dan mengelola sumber daya alam,” ucap Menteri Siti Nurbaya di acara resepsi Hari Bakti Rimbawan pada Kamis, 16 Maret 2023.

Baca Juga: Obituari Widodo: Petani Melawan Penambangan Pasir Besi dengan Menanam

Dalam peringatan Hari Bakti Rimbawan itu, Menteri Siti Nurbaya menuturkan, sejak 2014 hingga sekarang telah dilakukan dilakukan dan memberikan perubahan yang paradigmatis.

Pertama, keberpihakan kepada masyarakat terhadap akses kelola hutan, termasuk masyarakat adat. Kedua, perubahan dari orientasi usaha timber management menjadi forest landscape management yang berorientasi pada sustainable forest management.

Ketiga, solusi permanen pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Keempat, perlindungan dan pemulihan lingkungan melalui antara lain diawali dengan pembangunan persemaian skala besar, rehabilitasi hutan dan lahan, tata kelola gambut, replikasi ekosistem, rehabilitasi mangrove, serta perlindungan sumberdaya air, dan upaya pemulihan daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivis lingkunganHari Bhakti Rimbawanhutan tropika basahLingkungan hidupMenteri Siti Nurbaya

Editor

Next Post
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu, 18 Maret 2023, pukul 14.46 WIB. Foto magma.esdm.go.id.

Gunung Anak Krakatau Alami 3 Kali Erupsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media