Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rekahan dan Sumber Air Baru Picu Longsor Susulan dan Banjir Bandang di Banjarnegara

Kedua temuan ini menandakan tubuh lereng tengah mengalami kejenuhan air ekstrem yang dapat memicu pergerakan  massa tanah secara tiba-tiba.

Minggu, 23 November 2025
A A
Kawasan terdampak longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, 18 November 2025. Foto drone Pusdatinkom BNPB.

Kawasan terdampak longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, 18 November 2025. Foto drone Pusdatinkom BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Longsor Banjarnegara, Operasi SAR Diperpanjang Tiga Hari

“Lempung biru ini dalam.terminologi geologi disebut serpih, membuat tumpukan tanah di atasnya mudah bergerak dan mempercepat terjadinya longsor berulang. Begitu jenuh air, kekuatan lempung tersebut hilang drastis,” jelas Dwikorita.

Keberadaan lapisan lempung biru inilah, menurut Dwikorita, yang menjadi penyebab gerakan tanah di Pandanarum tidak berhenti. Bahkan terus bertambah meskipun longsor besar telah terjadi, dan kombinasi antara rekahan baru, mata air berdebit besar, dan lapisan lempung biru menjadikan kondisi lereng sangat labil.

Melihat situasi ini, Tim Geologi – Disaster Emergency Response Unit UGM (DERU UGM) menilai bahwa prioritas utama saat ini adalah mencegah bertambahnya volume air di balik material longsor. Ancaman banjir bandang akibat terbentuknya bendung tanah (landslide dam) itu tengah menjadi fokus utama peringatan tim ini.

“Langkah darurat seperti pembuatan sudetan pada tumpukan endapan longsor sebagai drainase sementara sangat penting untuk mengurangi tekanan air. Jika tidak, risiko jebolnya bendung tanah akan semakinakultas besar,” jelas Dwikorita.

Baca juga: Tiga Jalur Masuk Mikroplastik ke Tubuh Ibu Hamil

Ia juga meminta masyarakat tidak beraktivitas di dasar tebing, bantaran sungai kecil, lembah sempit, maupun jalur aliran air yang berpotensi menjadi lintasan banjir bandang. Dengan curah hujan tinggi beberapa hari terakhir, dan tingginya debit aliran mata air pada lereng mahkota longsoran, tekanan air pori di dalam lereng diperkirakan terus meningkat.

“Keselamatan harus lebih diutamakan. Menghindarlah dari area bawah lereng dan segera laporkan jika muncul rekahan baru atau aliran air yang tidak biasa. Bahaya di Pandanarum bukan hanya longsor, tetapi juga kemungkinan banjir bandang yang dapat terjadi mendadak,” tegas dia mengingatkan. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir BandangDwikorita Karnawatilongsor BanjarnegaraTim Geologi – Disaster Emergency Response Unit UGM

Editor

Next Post
Bunga Rafflesia hasseltii yang ditemukan di Sijunjung, Sumatra Barat. Foto Dok. BRIN.

Analisis DNA Bisa Mengidentifikasi Spesies Baru Rafflesia di Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media