Senin, 20 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Riset Harta Karun Kapal Perang Amerika yang Tenggelam di Teluk Banten

Rabu, 28 Agustus 2024
A A
Kapal perang Amerika, USS Nevada yang bertahan dalam serangan 7 Desember 1941 di Pearl Harbor. Foto George Grantham Bain Collection, Library of Congress.

Kapal perang Amerika, USS Nevada yang bertahan dalam serangan 7 Desember 1941 di Pearl Harbor. Foto George Grantham Bain Collection, Library of Congress.

Share on FacebookShare on Twitter

“Setiap lokasi diperkirakan memiliki nilai ekonomi untuk wisata bawah laut sekitar USD 80 ribu hingga USD 18 juta,” ungkap dia.

Oleh karena itu perlu kolaborasi yang kuat dari semua pihak untuk mengangkat potensi ekonomi serta menjaga nilai historis dari warisan budaya bawah air ini.

Ketua Prodi EKT IPB University, Kastana Sapanli menyatakan, kehadiran kuliah tamu ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak penelitian dan proyek kolaboratif di bidang ini. Juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya bawah air di Indonesia.

Baca Juga: Hadapi Gempa Megathrust, Pelaku Pariwisata Bangun Kesiapsiagaan di Destinasi Wisata

Hasil dari kegiatan ini akan ditindaklanjuti kerja sama riset antara Prodi EKT IPB University dengan Kedubes Amerika Serikat. Berdasarkan hasil diskusi awal akan dibentuk tim kajian yang akan melakukan penelitian terkait pengelolaan BMKT.

“Salah satu lokasi yang akan teliti adalah di Teluk Banten yang merupakan kapal perang Amerika yang tenggelam saat perang dengan Jepang. Harapannya hasil riset ini mampu menjadi dasar pengelolaan sekaligus perlindungan BMKT yang memiliki nilai ekonomis dan historis,” tutur dia.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta yang merasa mendapatkan wawasan baru mengenai potensi pengelolaan dan pelestarian warisan budaya bawah air. Diskusi dan sesi tanya jawab setelah kuliah tamu memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendalami topik lebih lanjut serta bertukar pikiran. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bawah lautBenda Muatan Kapal Tenggelamekonomi kelautanjalur rempahkapal perang AmerikaTeluk Bantenwarisan budaya bawah air

Editor

Next Post
Dosen Fakultas Pertanian UGM, Nasih Widya Yuwono pencetus pengolahan sampah organik dengan ember tumpuk. Foto UGM.

Nasih Yuwono, Olah Sisa Makanan dengan Ember Tumpuk Jalin Kerja Sama Desa Kota

Discussion about this post

TERKINI

  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media