Rabu, 4 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Riset Harta Karun Kapal Perang Amerika yang Tenggelam di Teluk Banten

Rabu, 28 Agustus 2024
A A
Kapal perang Amerika, USS Nevada yang bertahan dalam serangan 7 Desember 1941 di Pearl Harbor. Foto George Grantham Bain Collection, Library of Congress.

Kapal perang Amerika, USS Nevada yang bertahan dalam serangan 7 Desember 1941 di Pearl Harbor. Foto George Grantham Bain Collection, Library of Congress.

Share on FacebookShare on Twitter

“Setiap lokasi diperkirakan memiliki nilai ekonomi untuk wisata bawah laut sekitar USD 80 ribu hingga USD 18 juta,” ungkap dia.

Oleh karena itu perlu kolaborasi yang kuat dari semua pihak untuk mengangkat potensi ekonomi serta menjaga nilai historis dari warisan budaya bawah air ini.

Ketua Prodi EKT IPB University, Kastana Sapanli menyatakan, kehadiran kuliah tamu ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak penelitian dan proyek kolaboratif di bidang ini. Juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya bawah air di Indonesia.

Baca Juga: Hadapi Gempa Megathrust, Pelaku Pariwisata Bangun Kesiapsiagaan di Destinasi Wisata

Hasil dari kegiatan ini akan ditindaklanjuti kerja sama riset antara Prodi EKT IPB University dengan Kedubes Amerika Serikat. Berdasarkan hasil diskusi awal akan dibentuk tim kajian yang akan melakukan penelitian terkait pengelolaan BMKT.

“Salah satu lokasi yang akan teliti adalah di Teluk Banten yang merupakan kapal perang Amerika yang tenggelam saat perang dengan Jepang. Harapannya hasil riset ini mampu menjadi dasar pengelolaan sekaligus perlindungan BMKT yang memiliki nilai ekonomis dan historis,” tutur dia.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta yang merasa mendapatkan wawasan baru mengenai potensi pengelolaan dan pelestarian warisan budaya bawah air. Diskusi dan sesi tanya jawab setelah kuliah tamu memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendalami topik lebih lanjut serta bertukar pikiran. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bawah lautBenda Muatan Kapal Tenggelamekonomi kelautanjalur rempahkapal perang AmerikaTeluk Bantenwarisan budaya bawah air

Editor

Next Post
Dosen Fakultas Pertanian UGM, Nasih Widya Yuwono pencetus pengolahan sampah organik dengan ember tumpuk. Foto UGM.

Nasih Yuwono, Olah Sisa Makanan dengan Ember Tumpuk Jalin Kerja Sama Desa Kota

Discussion about this post

TERKINI

  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media