Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rumah Aman Gempa Bisa Meredam Kerusakan dan Memberi Waktu Evakuasi

Generasi muda perlu belajar dari kearifan lokal yang tersimpan di rumah adat untuk dikembangkan menjadi rumah yang siap dan tangguh menghadapi bencana alam.

Kamis, 10 Oktober 2024
A A
Salah satu desain rumah tahan gempa. Foto dpu.kulonprogokab.go.id

Salah satu desain rumah tahan gempa. Foto dpu.kulonprogokab.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Proses terjadinya gempa bumi disebabkan pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak terjadi dengan kekuatan yang beragam. Adanya pergeseran atau patahan pada lempeng ini menyebabkan energi yang tersimpan kemudian lepas dan mengakibatkan munculnya getaran.

Menghadapi ancaman gempa bumi terhadap ketahanan bangunan rumah, masyarakat Indonesia sejak dahulu memiliki model arsitektur rumah dengan kearifan lokal yang aman dari bencana alam seperti gempa.

“Jika kami lihat, nenek moyang memiliki kearifan atau pengetahuan yang dapat dilihat dari gaya rumah-rumah adat di Indonesia. Misalnya rumah adat Jawa dan Sumatera Barat,” papar Pakar gempa bumi dan struktur bangunan dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM, Prof. Bambang Suhendro dalam talkshow bertajuk “Rumah Sederhana untuk Mendukung Infrastruktur Tangguh Bencana” di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Kamis, 10 Oktober 2024.

Baca Juga: Kapal Singapura Diduga Curi 100 Ribu Meter Kubik Pasir Laut di Perairan Batam

Jenis-jenis bangunan ini sesuai dengan kondisi alam yang dihadapi nenek moyang bangsa Indonesia saat itu. Misalnya, beberapa rumah adat seperti di Sulawesi dan Sumatera yang berongga pada bagian bawahnya didesain sedemikian rupa sebagai perlindungan saat ombak atau banjir menerpa.

Selain itu, fungsi kolong pada rumah adat itu dapat digunakan untuk penyimpan hasil bumi atau mengikat hewan ternak yang dimiliki.

“Jadi kita perlu belajar dari kearifan lokal yang tersimpan di rumah adat untuk dikembangkan menjadi rumah yang siap dan tangguh menghadapi bencana alam,” jelas dia.

Baca Juga: Mahasiswa ITB Edukasi Dampak Kenaikan Suhu Bumi Lewat Bara Senyap

Rumah sederhana aman gempa

Sementara salah satu kerusakan bangunan yang umum terjadi akibat guncangan gempa bumi adalah kolom bangunan yang ambruk dan dinding retak, bahkan roboh. Biasanya disebabkan proses konstruksi yang tidak sesuai dengan standar keamanan.

“Umumnya bangunan yang roboh ini disebabkan dinding yang tidak ada penopangnya,” kata Kepala Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung (BBSBG), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ferri Eka Putra.

Ada sejumlah kriteria yang perlu diperhatikan dalam membangun rumah yang tahan bencana. Dimulai dengan memperhatikan bahan-bahan dan struktur yang akan digunakan saat membangun rumah,

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gempa bumiHari Habitat DuniaHari Kota Duniarumah adatrumah aman gempa

Editor

Next Post
Masyarakat Gili Meno, NTB menolak proyek yang merusak lingkungan hidup. Foto Walhi NTB.

Warga Gili Meno Hadapi Krisis Air Bersih dan Kerusakan Terumbu Karang

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media