Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rumah Aman Gempa Bisa Meredam Kerusakan dan Memberi Waktu Evakuasi

Generasi muda perlu belajar dari kearifan lokal yang tersimpan di rumah adat untuk dikembangkan menjadi rumah yang siap dan tangguh menghadapi bencana alam.

Kamis, 10 Oktober 2024
A A
Salah satu desain rumah tahan gempa. Foto dpu.kulonprogokab.go.id

Salah satu desain rumah tahan gempa. Foto dpu.kulonprogokab.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Para Ahli Evaluasi InaTEWS untuk Hadapi Potensi Gempa Megathrust

Namun bangunan yang baik, tidak selalu bangunan yang kokoh. Melainkan bisa juga bangunan yang diizinkan untuk meredam kerusakan dan memberikan waktu bagi penghuninya untuk melakukan evakuasi.

Ia menganjurkan masyarakat yang ingin membangun rumah untuk mengecek kesesuaiannya dengan acuan pembangunan rumah sederhana yang aman. Acuan itu dimuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2021.

“Untuk membangun, apalagi dalam dana yang tidak cukup fleksibel, pastikan dan utamakan fungsi dan strukturnya terlebih dahulu,” kata dia.

Baca Juga: Lonjakan Sampah Plastik Diprediksi Jadi 38,42 Persen pada 2050

Talkshow tersebut untuk memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2024 yang digelar BBSBG bekerja sama dengan UGM. Peringatan itu untuk mengingatkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan hak dasar berupa tempat tinggal yang layak dan berkelanjutan pada masa depan.

Terkait hal itu, Nanda Ika Dewi Kumalasari dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa III menjelaskan pihaknya bertugas melaksanakan pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, prasarana, sarana, dan utilitas umum, serta koordinasi penyediaan lahan dan pengembangan hunian. BP2P juga memiliki layanan Klinik Rumah Swadaya (KRS). KRS ini sekaligus sumber pengetahuan untuk layanan teknik dan layanan informasi bagian perumahan terkait rumah sederhana yang tahan bencana.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan KRS untuk mengonsultasikan rencana pembangunan rumah yang dapat disesuaikan dengan kondisi di sekitar tempat pembangunan dan dana yang dimiliki klien.

Baca Juga: Masyarakat Pesisir Bahas Keberlanjutan Kelestarian Ekosistem Pesisir Rezim Baru

“Kami nantinya menyediakan desain rumah dan pekerja bangunan yang sudah tersertifikasi. Untuk konsultasi, masyarakat tidak perlu khawatir sebab BP2P menyediakan layanan KRS secara gratis,” terang dia.

Tahun ini, BP2P hampir melayani 1.500 layanan. Nantinya berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan sehingga dapat membantu masyarakat dalam mewujudkan hunian yang aman dan selamat. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gempa bumiHari Habitat DuniaHari Kota Duniarumah adatrumah aman gempa

Editor

Next Post
Masyarakat Gili Meno, NTB menolak proyek yang merusak lingkungan hidup. Foto Walhi NTB.

Warga Gili Meno Hadapi Krisis Air Bersih dan Kerusakan Terumbu Karang

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media