Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rumah Aman Gempa Bisa Meredam Kerusakan dan Memberi Waktu Evakuasi

Generasi muda perlu belajar dari kearifan lokal yang tersimpan di rumah adat untuk dikembangkan menjadi rumah yang siap dan tangguh menghadapi bencana alam.

Kamis, 10 Oktober 2024
A A
Salah satu desain rumah tahan gempa. Foto dpu.kulonprogokab.go.id

Salah satu desain rumah tahan gempa. Foto dpu.kulonprogokab.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Para Ahli Evaluasi InaTEWS untuk Hadapi Potensi Gempa Megathrust

Namun bangunan yang baik, tidak selalu bangunan yang kokoh. Melainkan bisa juga bangunan yang diizinkan untuk meredam kerusakan dan memberikan waktu bagi penghuninya untuk melakukan evakuasi.

Ia menganjurkan masyarakat yang ingin membangun rumah untuk mengecek kesesuaiannya dengan acuan pembangunan rumah sederhana yang aman. Acuan itu dimuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2021.

“Untuk membangun, apalagi dalam dana yang tidak cukup fleksibel, pastikan dan utamakan fungsi dan strukturnya terlebih dahulu,” kata dia.

Baca Juga: Lonjakan Sampah Plastik Diprediksi Jadi 38,42 Persen pada 2050

Talkshow tersebut untuk memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2024 yang digelar BBSBG bekerja sama dengan UGM. Peringatan itu untuk mengingatkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan hak dasar berupa tempat tinggal yang layak dan berkelanjutan pada masa depan.

Terkait hal itu, Nanda Ika Dewi Kumalasari dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa III menjelaskan pihaknya bertugas melaksanakan pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, prasarana, sarana, dan utilitas umum, serta koordinasi penyediaan lahan dan pengembangan hunian. BP2P juga memiliki layanan Klinik Rumah Swadaya (KRS). KRS ini sekaligus sumber pengetahuan untuk layanan teknik dan layanan informasi bagian perumahan terkait rumah sederhana yang tahan bencana.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan KRS untuk mengonsultasikan rencana pembangunan rumah yang dapat disesuaikan dengan kondisi di sekitar tempat pembangunan dan dana yang dimiliki klien.

Baca Juga: Masyarakat Pesisir Bahas Keberlanjutan Kelestarian Ekosistem Pesisir Rezim Baru

“Kami nantinya menyediakan desain rumah dan pekerja bangunan yang sudah tersertifikasi. Untuk konsultasi, masyarakat tidak perlu khawatir sebab BP2P menyediakan layanan KRS secara gratis,” terang dia.

Tahun ini, BP2P hampir melayani 1.500 layanan. Nantinya berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan sehingga dapat membantu masyarakat dalam mewujudkan hunian yang aman dan selamat. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gempa bumiHari Habitat DuniaHari Kota Duniarumah adatrumah aman gempa

Editor

Next Post
Masyarakat Gili Meno, NTB menolak proyek yang merusak lingkungan hidup. Foto Walhi NTB.

Warga Gili Meno Hadapi Krisis Air Bersih dan Kerusakan Terumbu Karang

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media