Rabu, 3 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sapto Andriyono, Pemecah Gelombang Armor Jadi Solusi Ketimbang Tanggul Laut

Dampak dari proyek tanggul laut raksasa dapat memengaruhi ekologi pantai di pesisir utara Jawa.

Selasa, 17 Desember 2024
A A
Dosen FPK Unair, Sapto Andriyono. Foto Istimewa.

Dosen FPK Unair, Sapto Andriyono. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah akan membangun tanggul laut raksasa yang diklaim dapat menghadapi ancaman kenaikan air laut di pesisir utara Jawa,. Tanggul laut ini akan dibangun dari Jakarta sampai Gresik dan membentang sepanjang wilayah pantai utara Pulau Jawa (Pantura).

“Dampak dari proyek ini dapat memengaruhi ekologi dari pantai di pesisir utara Jawa,” kata Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair), Sapto Andriyono mengingatkan.

Secara ekologi, pembangunan tanggul laut dapat mengubah daerah pesisir utara Jawa. Salah satunya mengubah pola garis pantai di pesisir utara yang beragam. Sementara pergerakkan arus dan gelombang laut akan membawa endapan yang menyebabkan peningkatan sedimentasi di satu wilayah maupun abrasi di wilayah lain.

Baca juga: Hari Ini Perairan Laut Indonesia Diguncang Tiga Gempa Tektonik Dangkal

“Ini dapat menyebabkan perubahan lingkungan secara geografis,” imbuh dia.

Dari aspek teknis, pembangunan tanggul laut perlu memperhatikan titik-titik tertentu yang menjadi lokasi rutin terjadinya banjir rob maupun kenaikan air laut saat musim hujan. Upaya ini penting untuk meminimalisir terjadinya dampak buruk di wilayah rawan serta dapat mengurangi risiko banjir rob dan kenaikan air laut.

Menurut Sapto, Pemerintah Indonesia bisa belajar dari Belanda dan kota Venesia yang wilayahnya sudah berada di bawah permukaan air. Pemerintah di sana sudah menerapkan kanal-kanal untuk menyalurkan peningkatan volume air yang meningkat di samping penggunaan tanggul laut untuk mengatasi kenaikan air laut dan air hujan.

Baca juga: Dampak Bencana Sukabumi Rumah Hancur 129 Keluarga Direlokasi Sementara

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: dampak ekologisPanturapemecah gelombangpesisir utara JawaSapto Andriyonotanggul laut

Editor

Next Post
Peluncuran teknologi ART di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Senin, 16 Desember 2024. Foto Dok. IPB University.

ART, Teknologi Bayi Tabung untuk Penyelamatan Satwa Langka dan Dilindungi

Discussion about this post

TERKINI

  • Jejak migrasi dan budaya prasejarah di Sumatra. Foto Dok. BRIN.Jejak Migrasi Prasejarah hingga Awal Manusia Modern di Indonesia
    In Rehat
    Minggu, 31 Mei 2026
  • Varietas padi Gamagora 7 ditanam di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto Kagama Kaltim.Padi Gamagora 7 Diujicoba di Lahan Tadah Hujan Kalimantan Timur
    In News
    Sabtu, 30 Mei 2026
  • Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera memadamkan karhutla di Provinsi Riau, 29 Mei 2026. Foto Dok. Kemenhut.Godzilla El Nino Menguat Juni, Pemerintah Harus Hentikan Kebijakan Ekstraktif
    In News
    Jumat, 29 Mei 2026
  • Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto UPST DLH DKI Jakarta.Teknologi Ubah Gas Metana di TPA Menjadi Sumber Energi dan Menekan Emisi
    In IPTEK
    Kamis, 28 Mei 2026
  • Tim dari BMKg melakukan inpeksi sistempemantauan gempa dan tsunami di Bali, 27 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.Pengembangan Sistem Geohazard Gempa Bumi yang Akurat dan Real Time
    In IPTEK
    Rabu, 27 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media