Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sapto Andriyono, Pemecah Gelombang Armor Jadi Solusi Ketimbang Tanggul Laut

Dampak dari proyek tanggul laut raksasa dapat memengaruhi ekologi pantai di pesisir utara Jawa.

Selasa, 17 Desember 2024
A A
Dosen FPK Unair, Sapto Andriyono. Foto Istimewa.

Dosen FPK Unair, Sapto Andriyono. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah akan membangun tanggul laut raksasa yang diklaim dapat menghadapi ancaman kenaikan air laut di pesisir utara Jawa,. Tanggul laut ini akan dibangun dari Jakarta sampai Gresik dan membentang sepanjang wilayah pantai utara Pulau Jawa (Pantura).

“Dampak dari proyek ini dapat memengaruhi ekologi dari pantai di pesisir utara Jawa,” kata Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair), Sapto Andriyono mengingatkan.

Secara ekologi, pembangunan tanggul laut dapat mengubah daerah pesisir utara Jawa. Salah satunya mengubah pola garis pantai di pesisir utara yang beragam. Sementara pergerakkan arus dan gelombang laut akan membawa endapan yang menyebabkan peningkatan sedimentasi di satu wilayah maupun abrasi di wilayah lain.

Baca juga: Hari Ini Perairan Laut Indonesia Diguncang Tiga Gempa Tektonik Dangkal

“Ini dapat menyebabkan perubahan lingkungan secara geografis,” imbuh dia.

Dari aspek teknis, pembangunan tanggul laut perlu memperhatikan titik-titik tertentu yang menjadi lokasi rutin terjadinya banjir rob maupun kenaikan air laut saat musim hujan. Upaya ini penting untuk meminimalisir terjadinya dampak buruk di wilayah rawan serta dapat mengurangi risiko banjir rob dan kenaikan air laut.

Menurut Sapto, Pemerintah Indonesia bisa belajar dari Belanda dan kota Venesia yang wilayahnya sudah berada di bawah permukaan air. Pemerintah di sana sudah menerapkan kanal-kanal untuk menyalurkan peningkatan volume air yang meningkat di samping penggunaan tanggul laut untuk mengatasi kenaikan air laut dan air hujan.

Baca juga: Dampak Bencana Sukabumi Rumah Hancur 129 Keluarga Direlokasi Sementara

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: dampak ekologisPanturapemecah gelombangpesisir utara JawaSapto Andriyonotanggul laut

Editor

Next Post
Peluncuran teknologi ART di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Senin, 16 Desember 2024. Foto Dok. IPB University.

ART, Teknologi Bayi Tabung untuk Penyelamatan Satwa Langka dan Dilindungi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media