Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sapto Andriyono, Pemecah Gelombang Armor Jadi Solusi Ketimbang Tanggul Laut

Dampak dari proyek tanggul laut raksasa dapat memengaruhi ekologi pantai di pesisir utara Jawa.

Selasa, 17 Desember 2024
A A
Dosen FPK Unair, Sapto Andriyono. Foto Istimewa.

Dosen FPK Unair, Sapto Andriyono. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah akan membangun tanggul laut raksasa yang diklaim dapat menghadapi ancaman kenaikan air laut di pesisir utara Jawa,. Tanggul laut ini akan dibangun dari Jakarta sampai Gresik dan membentang sepanjang wilayah pantai utara Pulau Jawa (Pantura).

“Dampak dari proyek ini dapat memengaruhi ekologi dari pantai di pesisir utara Jawa,” kata Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair), Sapto Andriyono mengingatkan.

Secara ekologi, pembangunan tanggul laut dapat mengubah daerah pesisir utara Jawa. Salah satunya mengubah pola garis pantai di pesisir utara yang beragam. Sementara pergerakkan arus dan gelombang laut akan membawa endapan yang menyebabkan peningkatan sedimentasi di satu wilayah maupun abrasi di wilayah lain.

Baca juga: Hari Ini Perairan Laut Indonesia Diguncang Tiga Gempa Tektonik Dangkal

“Ini dapat menyebabkan perubahan lingkungan secara geografis,” imbuh dia.

Dari aspek teknis, pembangunan tanggul laut perlu memperhatikan titik-titik tertentu yang menjadi lokasi rutin terjadinya banjir rob maupun kenaikan air laut saat musim hujan. Upaya ini penting untuk meminimalisir terjadinya dampak buruk di wilayah rawan serta dapat mengurangi risiko banjir rob dan kenaikan air laut.

Menurut Sapto, Pemerintah Indonesia bisa belajar dari Belanda dan kota Venesia yang wilayahnya sudah berada di bawah permukaan air. Pemerintah di sana sudah menerapkan kanal-kanal untuk menyalurkan peningkatan volume air yang meningkat di samping penggunaan tanggul laut untuk mengatasi kenaikan air laut dan air hujan.

Baca juga: Dampak Bencana Sukabumi Rumah Hancur 129 Keluarga Direlokasi Sementara

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: dampak ekologisPanturapemecah gelombangpesisir utara JawaSapto Andriyonotanggul laut

Editor

Next Post
Peluncuran teknologi ART di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Senin, 16 Desember 2024. Foto Dok. IPB University.

ART, Teknologi Bayi Tabung untuk Penyelamatan Satwa Langka dan Dilindungi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Sampurna, orangutan jantan yang ditemukan lemas akibat karhutla di Ketapang, Kalimantan Barat. Foto Dok. Kemenhut.Orangutan Ditemukan Lemah Akibat Asap Karhutla di Ketapang
    In News
    Minggu, 30 Agustus 2026
  • Ilustrasi sinar matahari memerah di tengah karhutla. Foto Istimewa.Mengapa Matahari Memerah di Tengah Karhutla?
    In IPTEK
    Jumat, 28 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media