Senin, 20 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sapto Andriyono, Pemecah Gelombang Armor Jadi Solusi Ketimbang Tanggul Laut

Dampak dari proyek tanggul laut raksasa dapat memengaruhi ekologi pantai di pesisir utara Jawa.

Selasa, 17 Desember 2024
A A
Dosen FPK Unair, Sapto Andriyono. Foto Istimewa.

Dosen FPK Unair, Sapto Andriyono. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah akan membangun tanggul laut raksasa yang diklaim dapat menghadapi ancaman kenaikan air laut di pesisir utara Jawa,. Tanggul laut ini akan dibangun dari Jakarta sampai Gresik dan membentang sepanjang wilayah pantai utara Pulau Jawa (Pantura).

“Dampak dari proyek ini dapat memengaruhi ekologi dari pantai di pesisir utara Jawa,” kata Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair), Sapto Andriyono mengingatkan.

Secara ekologi, pembangunan tanggul laut dapat mengubah daerah pesisir utara Jawa. Salah satunya mengubah pola garis pantai di pesisir utara yang beragam. Sementara pergerakkan arus dan gelombang laut akan membawa endapan yang menyebabkan peningkatan sedimentasi di satu wilayah maupun abrasi di wilayah lain.

Baca juga: Hari Ini Perairan Laut Indonesia Diguncang Tiga Gempa Tektonik Dangkal

“Ini dapat menyebabkan perubahan lingkungan secara geografis,” imbuh dia.

Dari aspek teknis, pembangunan tanggul laut perlu memperhatikan titik-titik tertentu yang menjadi lokasi rutin terjadinya banjir rob maupun kenaikan air laut saat musim hujan. Upaya ini penting untuk meminimalisir terjadinya dampak buruk di wilayah rawan serta dapat mengurangi risiko banjir rob dan kenaikan air laut.

Menurut Sapto, Pemerintah Indonesia bisa belajar dari Belanda dan kota Venesia yang wilayahnya sudah berada di bawah permukaan air. Pemerintah di sana sudah menerapkan kanal-kanal untuk menyalurkan peningkatan volume air yang meningkat di samping penggunaan tanggul laut untuk mengatasi kenaikan air laut dan air hujan.

Baca juga: Dampak Bencana Sukabumi Rumah Hancur 129 Keluarga Direlokasi Sementara

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: dampak ekologisPanturapemecah gelombangpesisir utara JawaSapto Andriyonotanggul laut

Editor

Next Post
Peluncuran teknologi ART di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Senin, 16 Desember 2024. Foto Dok. IPB University.

ART, Teknologi Bayi Tabung untuk Penyelamatan Satwa Langka dan Dilindungi

Discussion about this post

TERKINI

  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media