Minggu, 18 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sapto Andriyono, Pemecah Gelombang Armor Jadi Solusi Ketimbang Tanggul Laut

Dampak dari proyek tanggul laut raksasa dapat memengaruhi ekologi pantai di pesisir utara Jawa.

Selasa, 17 Desember 2024
A A
Dosen FPK Unair, Sapto Andriyono. Foto Istimewa.

Dosen FPK Unair, Sapto Andriyono. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Pembangunan tanggul laut juga dapat memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar yang membuat banyak tambak budidaya di pesisir. Kondisi ini dapat menjadi masalah apabila pembangunan tanggul laut menggunakan pondasi yang dalam sehingga menyebabkan intrusi air laut dan kenaikan salinitas air budidaya.

Kanal-kanal air dapat menjadi solusi tepat, meskipun budidaya dilakukan di wilayah pesisir, karena masih perlu air tawar. Keberadaan kanal-kanal ini dapat mengalirkan air tawar dari sungai menuju kolam-kolam budidaya.

Pemecah gelombang armor

Perlu solusi alternatif selain pembangunan tanggul laut, yaitu dengan memasang pemecah gelombang yang berbentuk armor. Bentuk pemecah gelombang ini dapat meredam energi dari gelombang menuju pantai sehingga potensi abrasi dan kenaikan air laut dapat diatasi.

Baca juga: Bencana Alam Indonesia hingga Periode Desember 2024 Menewaskan 469 Penduduk

Dan apabila membangun tanggul laut, semestinya dapat disesuaikan dengan karakteristik setiap wilayah. Sebab tidak semua wilayah pesisir pantai utara Jawa memiliki karakteristik geografis yang sama.

“Beberapa daerah dapat dibangun tanggul fisik, beberapa daerah lain menggunakan pemecah gelombang laut,” kata dia. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: dampak ekologisPanturapemecah gelombangpesisir utara JawaSapto Andriyonotanggul laut

Editor

Next Post
Peluncuran teknologi ART di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Senin, 16 Desember 2024. Foto Dok. IPB University.

ART, Teknologi Bayi Tabung untuk Penyelamatan Satwa Langka dan Dilindungi

Discussion about this post

TERKINI

  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media