Rabu, 14 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Satu Tahun Represi, PTUN Putuskan Tambang Andesit di Wadas Tak Berkekuatan Hukum

Rabu, 8 Februari 2023
A A
Patung kepalan tangan "Wadas Melawan" di Desa Wadas. Foto dok. Gempadewa.

Patung kepalan tangan "Wadas Melawan" di Desa Wadas. Foto dok. Gempadewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Anis dari kelompok perempuan Wadas yang menolak tambang, Wadon Wadas menegaskan penambangan akan menyebabkan warga jatuh miskin karena kehilangan tanah pertaniannya. Hasil ganti rugi yang telah diterima sebagian warga yang tidak menolak hanya akan digunakan untuk membeli barang-barang konsumtif, seperti mobil dan perabot rumah tangga.

Baca Juga: Memitigasi Bencana di Garis Pantai Kota Padang

“Warga kehilangan mata pencaharian yang berkelanjutan sebagai petani. Semua barang konsumtif yang dibeli bisa hilang dalam sekejap dan tidak bisa menghidupi warga,” kata Anis.

Untuk menandai proses perjuangan warga Wadas menolak tambang andesit yang merusak alam dan merampas tanah pertanian, mereka juga diresmikan patung penanda perjuangan itu. Patung berupa tangan berukuran jumbo yang tengah mengepal itu adalah karya para pemuda Wadas. Patung itu dipajang di sebuah ruas jalan desa di Dusun Randuparang.

Baca Juga: Longsor di Tambang Pasir Gekbrong 3 Pekerja Meninggal, BNPB Ingatkan Dampak Gempa Cianjur

“Patung ini kami buat sebagai tanda bahwa kami terus berjuang untuk menolak rencana pertambangan itu,” kata tokoh pemuda Wadas, Siswanto.

Bagian pergelangan tangan patung itu dililit kain hitam bertuliskan “Wadas Melawan” dengan cat putih. Sementara di bawah patung disajikan aneka hasil bumi yang tumbuh subur di tanah Wadas. Ada durian, pepaya, nenas, rambutan, pisang, sirsak, petai, dan aneka sayuran, juga kerajinan dari anyaman bambu.

Baca Juga: Ini Pemicu Longsor di Toraja Utara, 155 Warga Mengungsi

Wadon Wadas pun menyerukan yel-yel secara serentak. “Kami Wadon Wadas tetap konsisten menolak rencana penambangan di Desa Wadas. Wadon Wadas melawan! Wadon Wadas menolak tambang! Wadon Wadas berdaulat! ”

Selama tiga hari, sejumlah rangkaian kegiatan telah disiapkan. Seperti mujahadad, pentas kesenian tradisional Baongan, pentas musik, pasar solidaritas dan live sablon, mural, dan pameran karya seni serta dokumentasi perjuangan warga Wadas. Gempadewa berharap publik datang dan ikut menyuarakan perjuangan warga Wadas yang menolak perselingkuhan pemerintah dan oligarki dalam menambang batu andesit di desa mereka. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bendungan BenerGempadewapenambangan andesitWadas MelawanWadon Wadas

Editor

Next Post
Gunung Karangetang Siaga. Foto vsi.esdm.go.id.

Gunung Karangetang Siaga, Perhatikan Imbauan Badan Geologi Berikut Ini

Discussion about this post

TERKINI

  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media