Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sekolah Lapang Iklim Didik Petani Beradaptasi dengan Iklim Ekstrem

Perubahan iklim secara ekstrem berpengaruh pada pola tanam dan waktu panen bidang pertanian. Kalender tanam yang sudah berlaku turun temurun bisa berubah sehingga petani merugi. Solusinya, BMKG menginisiasi adanya Sekolah Lapang Iklim bagi petani. Apakah itu?

Senin, 1 Agustus 2022
A A
Pelaksanaan SLI Tematik di Subak, Kabupaten Badung, Bali. Foto bmkg.go.id.

Pelaksanaan SLI Tematik di Subak, Kabupaten Badung, Bali. Foto bmkg.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Dwikorita optimitis, jika SLI digencarkan, maka produktivitas pertanian di Indonesia semakin meningkat. Dengan begitu mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi para petani yang notabene menjadi tulang punggung pangan nasional.

Baca Juga: Walhi: Krisis Iklim dan Penangkapan Ikan Terukur Sebabkan Jumlah Nelayan Turun

SLI di Jembrana, Badung, dan Magelang

Menurut Dwikorita, SLI yang dilaksanakan di Desa Sukmakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang telah menampakkan hasil nyata. Hasil dari pengubinan komoditas sayuran onclang (daun bawang) menghasilkan sebanyak 61 – 76 ton per hektare dengan usia tanaman sekitar 90 – 100 hari.

Hasil ini dinilai jauh lebih baik dan maksimal dibandingkan dengan hasil panen normal dalam kondisi cuaca atau iklim terdampak anomali iklim La Nina dengan intensitas lemah. Mulai tanam pada akhir Maret (30 Maret 2022) dan panen saat periode masuk musim kemarau yang cenderung basah).

“Berbagai kendala selama penanaman berupa hama dan penyakit, seperti keong, ulat, jamur serta kabut tebal dengan kelembaban tinggi yang mengakibatkan pertumbuhan jamur yang amat intensif, dapat diatasi semua dengan Kerjasama petani, PPL dan juga BMKG,” terangnya.

Baca Juga: Peringati Hari Meteorologi Sedunia, Sekjen PBB Sebut Ulah Manusia Dampak Iklim Semakin Buruk

Sebelumnya, SLI digelar di Jembrana, Bali pada 2021. Di sana, BMKG Klimatologi Jembrana bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Dinas Pertanian Jembrana melakukan uji coba tiga varietas padi dengan dukungan automatic weather station yang dipasang di lokasi percontohan.

Kemudian ditindaklanjuti di Subak Delod Sema – Badung yang diharapkan dapat menghasilkan catatan terkait benih padi unggul sesuai dengan musim tanam dan kondisi iklim pada masa tanam. Petani juga diharapkan dapat memanfaatkan informasi iklim BMKG sebagai alternatif perhitungan musim tanam berbasis kearifan lokal Sasih (kalender tanaman tradisional Bali) untuk hasil pertanian yang lebih optimal.

Selain itu, SLI di Subak diharapkan juga dapat mendukung program ketahanan pangan di Badung khususnya dan Provinsi Bali umumnya. [WLC02]

Sumber: bmkg.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BMKGIklim ekstremkekeringan dan banjirpetaniSekolah Lapang iklim

Editor

Next Post
Pusat gempa Luwu Timur, Sulawesi Selatan, magnitudo 3,7 yang terjadi pada Senin malam, 1 Agustus 2022. Foto tangkap layar bmkg.go.id.

Guncangan Gempa Luwu Timur Sulawesi Selatan Dirasakan hingga Skala IV MMI

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media