Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Serangan Hama Sebabkan Potensi Produk Pertanian Hilang Sebelum Dikonsumsi Capai 50 Persen

Sabtu, 18 Oktober 2025
A A
Ilustrasi buah busuk karena hama. Foto mac231/pixabay.com.

Ilustrasi buah busuk karena hama. Foto mac231/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Iradiasi dapat mengeliminasi telur dan larva lalat buah yang sering menjadi hambatan ekspor ke negara-negara dengan regulasi ketat seperti Jepang, Australia, dan Tiongkok. Selain meningkatkan peluang ekspor, iradiasi juga dapat diterapkan pada komoditas perkebunan seperti kopi, untuk mengurangi kerusakan akibat hama penggerek buah kopi,” terang Pandu.

Baca juga: Air Hujan Jakarta Mengandung Mikroplastik, Orang Indonesia Telan 15 Gram Mikroplastik Per Bulan

Ia menekankan, perlunya pilot project di daerah sentra produksi hortikultura sebagai langkah awal menuju penerapan nasional. Hal ini akan memperkuat bukti empiris bahwa teknologi nuklir tidak hanya berperan dalam bidang energi, tetapi juga strategis bagi ketahanan pangan dan daya saing ekspor Indonesia.

Dari sisi kebijakan, Direktur Manajemen Risiko Karantina Tumbuhan Barantin, Aprida Cristin menjelaskan, pihaknya memiliki mandat untuk memastikan komoditas ekspor Indonesia aman dan sehat sebelum dikirim ke negara tujuan.

“Jaminan ini harus dibuktikan dengan booklet fitosanitari. Kami otoritas yang menerbitkan dokumen yang menyatakan kesehatan suatu produk yang akan keluar dari Indonesia. Produk sehat setelah kami periksa sehat, baru kami bisa terbitkan Phytosanitary Certificate,” ujar Aprida.

Baca juga: Gastronomy Tour Suguhkan Rasa, Kisah dan Filosofi di Balik Kuliner Indonesia

Namun, hingga kini Indonesia belum memiliki fasilitas iradiasi yang diakui secara resmi untuk keperluan fitosanitari, termasuk dalam proses negosiasi akses pasar buah mangga segar ke Australia.

“Salah satu upaya untuk kami bisa mengimplementasikan iradiasi dengan meminta technical assistance dari pemerintah Australia, supaya kami bisa ekspor ke Australia,” jelas dia.

Barantin bersama BRIN, Kementerian Pertanian, dan BAPETEN berupaya memperkuat kapasitas regulasi dan infrastruktur melalui program Australia Awards in Indonesia (AAI) yang meliputi pelatihan di dalam dan luar negeri sepanjang tahun 2025. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINfood lossiradiasi panganlalat buahserangan hama

Editor

Next Post
Ilustrasi makanan yang tak dihabiskan. Foto shinichi4849/pixabay.com.

Mindful Consumption Mencegah Perilaku Menyisakan Makanan Menjadi Sampah

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media