Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Serba Serbi KTT G20, Ikut Merasakan Berkah Akses Jaringan 5G

KTT G20 menjadi momentum penerapan jaringan 5G secara massal. Apa saja keunggulannya?

Senin, 7 November 2022
A A
Ilustrasi koneksi handphone dengan jaringan 5G. Foto ashirova0/piabay.com

Ilustrasi koneksi handphone dengan jaringan 5G. Foto ashirova0/piabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Latensi jaringan 5G pun sangat rendah atau hampir nol, sehingga berguna untuk aplikasi yang memerlukan umpan balik realtime. Kualitas koneksi pun tak akan menurun meski banyak perangkat yang terhubung.

Dengan beragam keunggulan tersebut, jaringan 5G diklaim membuat kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik.

“Karena teknologi 5G bisa diterapkan di luar komunikasi, seperti kesehatan dan transportasi serta sektor Internet of Things (IoT) lain,” kata Doni.

Baca Juga: Masyarakat Rentan Terdampak Perubahan Iklim Butuh Keadilan Iklim

Mengutip riset Institut Teknologi Bandung (ITB), perkembangan jaringan 5G di Indonesia berpotensi memberikan kontribusi lebih dari Rp2.800 triliun atau setara 9,5 persen dari total Product Domestic Bruto (PDB) Indonesia pada 2030. Angka itu berpotensi melonjak menjadi 3.500 triliun atau setara 9,8 persen dari total PDB Indonesia pada 2035.

Riset tersebut juga memperkirakan potensi peningkatan investasi bisnis di Indonesia sebesar Rp591 triliun pada 2030 dan Rp719 triliun pada 2035 apabila jaringan 5G diterapkan secara agresif. Laporan Global Suppliers Association (GSA) hingga akhir 2021, setidaknya 89 negara sudah mengimplementasikan 5G. Untuk kawasan Asia, Tiongkok tercatat sebagai negara dengan koneksi 5G terbanyak mencapai lebih dari 384 juta masyarakat. Disusul Jepang (25,15 juta) dan Korea Selatan (16,1 juta).

Baca Juga: Gempa Kepulauan Talaud Dirasakan Bak Truk Melintas

Sementara di Indonesia, sejak beroperasi komersial pada Mei 2021, jaringan 5G di Indonesia baru tersedia di sembilan wilayah, yakni Jabodetabek, Surakarta, Medan, Balikpapan, Surabaya, Makassar, Bandung, Batam, dan Denpasar. Cakupan itu diproyeksi terus bertambah di masa mendatang.

Merujuk laporan OpenSignal dalam kurun 1 Februari hingga 1 Mei 2022, kecepatan rata-rata internet 5G di Indonesia tercatat 64,3 Mbps untuk mengunduh dan 19,6 Mbps untuk rerata mengunggah. Angka itu masih kalah dibanding Korea Selatan yang menjadi nomor wahid di dunia, yakni rata-rata 449,31 Mbps untuk mengunduh dan 36,1 Mbps untuk mengunggah.

Kendati belum berkembang seperti negara-negara lain, pemerintah terus mendorong penerapan layanan 5G di Indonesia, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Kementerian. [WLC02]

Sumber: Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: jaringan 5Gkoneksi cepatKTT G20layanan 5Goperator telekomunikasiPDBteknologi 5G

Editor

Next Post
Ilustrasi masyarakat adat di Indonesia. Foto AssoMyron/pixabay.com

Pengelolaan Komunitas Adat Diapresiasi, Hak Masyarakat Adat Jauh Panggang dari Api

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media