Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo menjelaskan, BNPB melalui Kedeputian Bidang Pencegahan kembali menggelar bimbingan teknis kepada fasilitator pencegahan PMK.
“Melalui bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pencegahan PMK dan terselenggaranya surveilans melalui pengerahan dan pengelolaan relawan penanganan PMK,” ucap Pangarso menghadiri bimtek di Kota Surabaya.
Baca Juga: Peraturan Anti Deforestasi UE, Walhi Desak Pemerintah Segera Benahi Tata Kelola Sawit dan Kayu
Pemateri bimtek dari BNPB tentang pemanfaatan InaRISK dalam penanganan PMK, dari perwakilan Kementerian Pertanian dan juga Satgas PMK.
“Dengan terselenggaranya bimtek ini, diharapkan adanya keselarasan langkah dan keterlibatan dari berbagai pihak dalam upaya pencegahan PMK agar segera tercapai target zero case,” kata Pangarso, dalam siaran pers BNPB, Kamis, 15 September 2022.
Baca Juga: Rencana Kebijakan Penanggulangan PMK Ternak Seperti Penanganan Covid-19
Peserta bimtek di setiap daerah sekitar 100 orang yang terdiri dari penyuluh pertanian dan peternakan, tenaga kesehatan hewan, perwakilan kelompok ternak, penyuluh ternak, Babinsa, Babhinkamtibmas, dan relawan setempat.
BNPB yang juga Satgas Penanganan PMK Nasional terus menggencarkan upaya pencegahan penyebaran wabah PMK dengan mengadakan kegiatan serupa sebelumnya di wilayah Aceh, Lampung, Yogyakarta, Jawa Tengah dan Bali. [WLC01]
Discussion about this post