Selasa, 9 Desember 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Skema Mitigasi Bencana Gunung Api Perlu Kolaborasi dan Alat Canggih

Kecanggihan teknologi mengharuskan skema mitigasi bencana gunung api diterapkan dengan basis teknologi pula agar efektif. Selain juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak.

Sabtu, 22 Oktober 2022
A A
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Kamis, 30 Juni 2022. Foto magma.esdm.go.id

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Kamis, 30 Juni 2022. Foto magma.esdm.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Penanganan mitigasi bencana gunung api sudah mencapai tahap kolaborasi antarinstansi agar haasil proses survei dan monitoring lebih optimal. Kolaborasi juga memungkinkan proses monitoring dan survei dilakukan dengan metode yang lebih canggih melalui citra satelit, remote sensing, dan teknologi sejenis lainnya.

Hasilnya kemudian dihimpun dalam bentuk database yang dapat diakses secara bebas melalui website rintisan PVMBG. Selain dari segi peralatan, kemampuan sumber daya manusia dalam menginterpretasikan hasil analisis dan mengambil keputusan berdasarkan hasil tersebut merupakan kunci keberhasilan mitigasi.

“Zaman sekarang kan inginnya segala sesuatu dilihat dari layar. Tapi proses untuk mengarah ke sana perlu jalan, perlu orang, perlu anggaran, perlu waktu yang sangat besar. Amanah mitigasi harus dijaga untuk tujuan mulia,” ujar Hendra.

Baca Juga: Muchtaridi: Senyawa Pelarut Dietilen Glikol dan Etilen Glikol Mudah dan Murah

Hingga saat ini, PVMBG berfokus memantau 69 titik dari total 127 gunung api aktif di Indonesia secara terus-menerus, baik di darat maupun di laut. Dari hasil survei dan pengamatannya, PVMBG dituntut untuk berpacu dengan waktu serta cermat menentukan skema mitigasi terbaik untuk menghadapi dinamisasi gunung api.

Sebanyak tiga juta jiwa berhasil diselamatkan dari delapan kejadian erupsi gunung api sepanjang 2021 melalui skema mitigasi.

“Perubahan aktivitas gunung api sekecil apapun harus selalu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan,” imbuh Hendra. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bencana geologibencana gunung apigunung api aktif di IndonesiaPeta KRBPVMBGrisiko bencana gunung apiskema mitigasi bencana gunung api

Editor

Next Post
Dampak gerakan tanah di Blitar, Jawa Timur, 165 warga terpaksa mengungsi. Foto Dok BNPB.

Dampak Gerakan Tanah di Blitar, 165 Warga Mengungsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Padang lamun. Foto ugm.ac.id.Peta Karang dan Padang Lamun Jadi Landasan Ilmiah Pengelolaan Laut Indonesia
    In News
    Senin, 8 Desember 2025
  • Muhammad Syamsudin dan prototipe alat peringatan dini bencana. Foto Humas BMKG.Prototipe Peringatan Dini Bencana yang Dapat Dikendalikan Jarak Jauh
    In IPTEK
    Senin, 8 Desember 2025
  • Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Bambang Hero Saharjo. Foto Dok. IPB University.Bambang Hero, 1-2 Pohon Tumbang Itu Alami, Kalau Akibatkan Longsor Itu Ulah Manusia
    In Sosok
    Minggu, 7 Desember 2025
  • Punggungan pasir yang menjadi benteng alami tsunami di pesisir selatan Jawa. Foto Dok. BRIN.Pertambangan Pasir Mengikis Benteng Alami Penahan Tsunami di Selatan Jawa
    In Rehat
    Minggu, 7 Desember 2025
  • Pencemaran plastik di pesisir pantai. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com.Rantai Mikroplastik Hingga Masuk ke Tubuh Manusia
    In Rehat
    Sabtu, 6 Desember 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media