Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sri Nurdiati: Konsep Pemodelan Matematis Lebih Akurat Prediksi Potensi Karhutla

Sabtu, 23 September 2023
A A
Guru Besar Fakultas MIPA IPB University, Prof. Sri Nurdiati. Foto ipb.ac.id.

Guru Besar Fakultas MIPA IPB University, Prof. Sri Nurdiati. Foto ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof. Sri Nurdiati menyampaikan analisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dapat menggunakan konsep pemodelan matematis. Ia menilai, konsep pemodelan yang menggunakan data amatan dari stasiun klimatologi dengan skala model yang singkat (harian, mingguan) dapat memberikan hasil yang jauh lebih akurat dibandingkan dengan analisis data satelit.

Ada dua karakter karhutla di Indonesia berdasarkan pada data luas terbakar Global Fire Emission Database (GFED) Tahun 1997-2016. Pola karhutla pertama meliputi wilayah Riau dan sekitarnya, Sumatera bagian selatan, Kalimantan, dan Merauke. Kondisi ini terjadi pada musim kemarau pertengahan hingga akhir tahun dengan periode 12 bulan. Pola karhutla kedua terjadi pada wilayah Sumatera bagian utara (Riau dan sekitarnya) dalam periode enam bulan dan tidak memiliki keterikatan yang konsisten terhadap El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD).

Dalam memahami karakteristik karhutla dan upaya mengantisipasinya masa mendatang, salah satu pemodelan yang paling populer adalah metode regresi. Metode statistik ini dipakai untuk memperkirakan hubungan antara variabel terikat dan variabel independen atau lebih. Dalam penelitian lain diperkenalkan integrasi indeks El Nino–Southern Oscillation (ENSO) dan IOD atau perbedaan suhu permukaan laut di dua wilayah dalam mempengaruhi korelasi antara indikator iklim yang digunakan dengan titik panas setiap tahunnya.

Baca Juga: Walhi Jateng Desak Penghentian TPA Open Dumping untuk Kurangi Potensi Kebakaran

“Hasil dari transformasi tersebut digunakan untuk mendapatkan variabel indikator iklim yang terikat dengan fenomena ENSO dan IOD. Analisis data yang diintegrasikan dapat menghasilkan performa umum jauh lebih baik dari penelitian sebelumnya,” terang Sri Nurdiati saat acara Konferensi Pers Pra Orasi Guru Besar IPB University secara online pada 21 September 2023.

Sri juga mengulas tentang ProbFire yang dikenalkan Nikovas tahun 2022 sebagai model dasar sistem peringatan kebakaran masa depan dengan menggabungkan indikator iklim (curah hujan, suhu udara, dan kelembaban relatif) dan non iklim (aktivitas karhutla sebelumnya dan tutupan lahan hutan). Secara umum, Probfire melampaui prediksi karhutla berbasis hanya pada data klimatologi saja pada waktu tenggang 2 hingga 4 bulan di Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: El NinoFakultas MIPA IPB UniversityGlobal Fire Emission DatabaseIndian Ocean DipolekarhutlaProf. Sri Nurdiati

Editor

Next Post
Pusat gempa Simeulue, Aceh, magnitudo 5,3 pada Minggu, 24 September 2023. Foto Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Ini Pemicu Gempa Simeulue Aceh 5,3 Magnitudo

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media