Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sri Nurdiati: Konsep Pemodelan Matematis Lebih Akurat Prediksi Potensi Karhutla

Sabtu, 23 September 2023
A A
Guru Besar Fakultas MIPA IPB University, Prof. Sri Nurdiati. Foto ipb.ac.id.

Guru Besar Fakultas MIPA IPB University, Prof. Sri Nurdiati. Foto ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Pendekatan lain yang cukup populer adalah menggunakan hidro-climatologycal indikator pada pemodelan karhutla. Dengan menggunakan selisih curah hujan dan penguapan, komponen pertama dari data berubah menjadi tidak hanya mencakup area dengan periode hujan 12 bulan, tetapi juga area yang memiliki periode karhutla enam bulan.

Baca Juga: KLHK Libatkan 3 Kampus Kembalikan Ekosistem Bromo yang Terbakar

“Analisis data menunjukkan penggunaan variabel selisih curah hujan dan penguapan dapat memperkecil jarak batas kritis yang disebabkan perbedaan tipe curah hujan yang ada di Indonesia. Hasil tersebut menunjukkan indikator selisih curah hujan dan penguapan dapat digunakan dalam pemodelan yang berfungsi dengan baik atau robust, meliputi wilayah dengan karakter karhutla yang beragam,” papar Sri.

Metode ini penting mengingat Indonesia telah mengalami lebih dari 300 bencana alam pada periode 1990-2021. Sebanyak 70 persen di antaranya merupakan dampak dari perubahan iklim. Beberapa hasil penelitian juga menunjukkan Indonesia menjadi salah satu negara paling rentan terhadap gelombang panas ekstrem menurut proyeksi model iklim.

“Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, mengingat kekeringan dan gelombang panas ekstrem di Indonesia sangat terkait dengan risiko bencana karhutla,” kata Prof Sri. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: El NinoFakultas MIPA IPB UniversityGlobal Fire Emission DatabaseIndian Ocean DipolekarhutlaProf. Sri Nurdiati

Editor

Next Post
Pusat gempa Simeulue, Aceh, magnitudo 5,3 pada Minggu, 24 September 2023. Foto Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Ini Pemicu Gempa Simeulue Aceh 5,3 Magnitudo

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media