Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Status Gunung Api Ijen Menjadi Waspada, Hati-hati Semburan Gas

Minggu, 8 Januari 2023
A A
Peta satelit Gunung Api Ijen yang berstatus Waspada. Foto esdm.go.id.

Peta satelit Gunung Api Ijen yang berstatus Waspada. Foto esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Makna Pelilitan Setagen Berusia 90 Tahun di Pohon Besar oleh Wadon Wadas

Rekomendasi untuk Masyarakat

Sehubungan dengan peningkatan status menjadi WASPADA, PVMBG Badan Geologi mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk masyarakat di sekitar Gunung Api Ijen serta pengunjung, wisatawan, dan penambang. Pertama, tidak mendekati kawah dalam radius 1.5 km dari bibir kawah. Kedua, masyarakat yang bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Banyu Pait agar selalu waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya dan tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Api Ijen.

Ketiga, apabila mencium bau gas sulfur atau belerang yang menyengat agar segera menggunakan masker untuk pelindung.

“Untuk jangka pendek atau darurat dapat menggunakan kain basah sebagai penutup alat pernapasan pada hidung dan mulut,” kata Wafid.

Baca Juga: Gempa Cianjur, Butuh 40 Hari dan Ribuan Personel Bersihkan Puing-puing Dampak Gempa
Semburan Gas Ijen

Erupsi Gunung Api Ijen terjadi sejak 1900 berupa letusan-letusan freatik yang bersumber dari danau kawah. Erupsi freatik pada tahun 1993 menghasilkan tinggi kolom asap berwarna hitam yang mencapai ketinggian 1.000 meter. Pada tahun 2011 – 2012, gunung tersebut juga mengalami peningkatan aktivitas berupa kenaikan kegempaan dan suhu air danau.

Pada tahun 2017 terjadi tiga kali semburan gas (CO2 outburst). Pada tahun 2018 juga terjadi tiga kali semburan gas (CO2 outburst), yaitu pada tanggal 10 Januari 2018, 19 Februari 2018 dan 21 Maret 2018. Semburan terakhir merupakan semburan gas yang cukup besar diikuti kejadian aliran gas menyusuri lembah Sungai Banyu Pait hingga mencapai jarak lebih dari tujuh kilometer. Peningkatan kegiatan terakhir terjadi pada 17 Januari 2020, berupa kenaikkan jumlah gempa vulkanik dangkal. [WLC02]

Sumber: Kementerian ESDM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: gas sulfur atau beleranggempa vulkanik dangkalGunung Api Ijenkawah Ijenletusan atau semburan gasletusan freatikoutbrust gasPVMBG Badan GeologiSungai Banyu Pait

Editor

Next Post
Pengunjung melihat robot Isyana inovasi penanganan Covid-19. Foto Agus Irwanto PKIP/unair.ac.id

Memantik Pembangunan Museum Covid-19 Lewat Pameran Arsip Unair

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media