Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Suparto Wijoyo: Hukum Jadi Solusi Atasi Krisis Iklim

Beragam upaya tengah diupayakan untuk mengatasi krisis iklim. Dan upaya-upaya tersebut semestinya ada payung hukumnya.

Minggu, 10 September 2023
A A
Guru Besar Ilmu Hukum Lingkungan Administrasi FH Unair, Prof. Suparto Wijoyo. Foto pasca.unair.ac.id.

Guru Besar Ilmu Hukum Lingkungan Administrasi FH Unair, Prof. Suparto Wijoyo. Foto pasca.unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi Suparto, akar permulaan tersebut adalah Pancasila. Artinya, siapapun yang tidak menjaga iklim akan bertentangan dengan standar ideologis, teologis, humanisme, dan nasionalisme.

Baca Juga: Gempa Donggala 6,3 Magnitudo Dipicu Sesar Palu Koro

“Pohon hayat ini melahirkan berbagai norma hukum. Perumusan regulasi dalam pohon hayat ada keabsahan ideologis, konstitusional, yuridis normatif, ekologis, institusional, dan instrumental,” papar Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana Unair itu.

Suparto pun mengajak khalayak untuk turut peduli dan menghargai bumi. Kepedulian masyarakat menjadi cerminan dari awal dan akhir penciptaan alam semesta.

“Inilah makna terdalam kepedulian kita menerima mandat menghargai alam sedalam hak asasi alamnya,” tegas Suparto. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Hukum UnairKrisis Iklimpemanasan globalPohon HayatProf. Suparto Wijoyo

Editor

Next Post
Adegan dalam pentas teater "Jalasena Laksamana Malahayati" di TIM Jakarta. Foto ppid.menlhk.go.id.

Kisah Heroik Perempuan Panglima Angkatan Laut Malahayati di Panggung Teater

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media