Senin, 9 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Supriyanta, Menciptakan Varietas Padi Unggul agar Petani Bahagia

Baginya, menghasilkan varietas unggul bukanlah target jangka pendek, melainkan pengabdian seumur hidup.

Selasa, 23 September 2025
A A
Dosen Fakultas Pertanian UGM dan penemu padi Gamagora 7, Supriyanta. Foto Donnie/UGM.

Dosen Fakultas Pertanian UGM dan penemu padi Gamagora 7, Supriyanta. Foto Donnie/UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Proyek PSN Merauke Dinilai Bentuk Kebijakan Serakahnomics Era Pemerintahan Prabowo

“Bagi saya pemuliaan itu long life breeding. Jadi selama hidup, saya terus belajar dan menghasilkan varietas. Itu bukan pekerjaan sesaat, tapi perjalanan panjang,” tutur dia.

Wakafkan hidup untuk petani

Untuk menggambarkan perjalanannya, Supriyanta kerap menggunakan analogi sederhana. Ia menyamakan pemuliaan dengan kapal tua yang pasti mengalami kebocoran, namun bisa terus berlayar selama ada pompa untuk membuang air. Analogi itu menggambarkan pandangannya bahwa tantangan akan selalu ada, tetapi harus dihadapi dengan konsistensi.

“Selama kecepatan kita memompa lebih besar dari air yang masuk, kapal akan tetap berjalan. Begitu juga pemuliaan, selalu ada tantangan, tapi kita harus terus bergerak,” ujarnya.

Baca juga: Menumbuhkan Cinta Lingkungan dalam Peringatan Hari Internasional Perdamaian

Lebih jauh, ia memandang pekerjaannya bukan hanya sebagai profesi, melainkan ibadah. Supriyanta menegaskan ilmu pengetahuan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani. Baginya, penelitian hanya bermakna jika hasilnya benar-benar digunakan di lapangan.

“Saya selalu berpikir bagaimana varietas ini bisa menjawab tantangan petani. Bagi saya, ilmu harus kembali ke masyarakat,” kata dia.

Kini, ketika Gamagora 7 mulai dikenal luas, Supriyanta menyimpan harapan besar. Ia ingin varietas ini benar-benar menjadi solusi yang membahagiakan petani dan memberi dampak positif bagi ketahanan pangan. Baginya, hal itu sejalan dengan niat yang telah ia pegang sejak awal berkarier.

“Saya sudah mewakafkan hidup saya untuk petani. Harapan saya Gamagora 7 bisa terus berkembang dan benar-benar membawa kebahagiaan bagi mereka,” harap dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Pertanian UGMGamagora 7padi varietas unggulSupriyanta

Editor

Next Post
Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.

Hari Tani 2025, Ribuan Petani Desak Pemerintah Jalankan Reformasi Agraria Segera

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media