Selasa, 22 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Surat Keprihatinan Darurat Agraria: Arogansi Tentara di Tasikmalaya

Kamis, 18 Juni 2026
A A
Tangkapan video pendek saat tentara datang ke eks HGU Wirya Cakra di Tasikmalaya, Jawa Barata, 18 Juni 2026. Foto @tanahuntukrakyat/Instagram.

Tangkapan video pendek saat tentara datang ke eks HGU Wirya Cakra di Tasikmalaya, Jawa Barata, 18 Juni 2026. Foto @tanahuntukrakyat/Instagram.

Share on FacebookShare on Twitter

Petani bukan musuh negara. Petani adalah penghasil pangan dan penopang kehidupan bangsa. Karena itu mereka seharusnya dihormati dan dilindungi. Bukan dihardik dan direndahkan dalam posisinya sebagai petani dan warga negara (sipil).

Kami ingin menegaskan bahwa tidak ada swasembada pangan tanpa petani, dan tidak ada kedaulatan pangan tanpa pelaksanaan reforma agraria. Jika pemerintah sungguh-sungguh ingin mewujudkan swasembada pangan, maka yang harus diperkuat adalah hak atas tanah petani, organisasi petani, kapasitas produksi, dan kesejahteraan mereka.

Karena itu kami mendesak DPR RI, khususnya Pansus PKA, Komisi II DPR RI, Menteri ATR, Menteri Desa, Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan seluruh kementerian/lembaga terkait untuk segera menjalankan kesepakatan HTN 2025, menyelesaikan konflik agraria warga dengan eks-HGU PT Wiria Cakra dan lokasi-lokasi di berbagai daerah lainnya, dan mengevaluasi program-program yang berpotensi memperparah konflik agraria. Kementerian dan lembaga negara harus menghormati hak-hak konstitusional petani, serta menjalankan amanat UUPA 1960, TAP MPR IX/2001, dan Perpres Reforma Agraria.

Rakyat sudah terlalu lama menunggu. Reforma agraria harus didahulukan, konflik agraria harus diselesaikan, dan petani harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan pedesaan dan pencapaian kedaulatan pangan nasional.

Apa yang harus dilakukan rakyat ketika semua saluran kekuasaan tetap kedap terhadap aspirasi keadilan dan kedaulatan rakyat atas sumber-sumber agraria?  Semoga keprihatinan ini segera direspon secara konkrit oleh para pemegang amanat rakyat.

Reforma Agraria bukan kebaikan negara, melainkan kewajiban konstitusional.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 18 Juni 2026

Dewi Kartika

Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Darurat AgrariaKabupaten TasikmalayaKonsorsium Pembaruan Agrariareforma agraria

Editor

Next Post
Ilustrasi nyamuk menggigit. Foto FotoshopTofs/pixabay.com.

Anggapan Nyamuk Lebih Suka Golongan Darah O Ternyata Benar, Mengapa?

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media