Jumat, 11 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tak Semua Pasien Kanker Tak Boleh Berpuasa Ramadan

enilaian medis perlu mempertimbangkan jenis kanker, stadium penyakit, status gizi, serta terapi yang sedang dijalani.

Senin, 23 Februari 2026
A A
Ilustrasi pasien kanker. Foto freepik.com.

Ilustrasi pasien kanker. Foto freepik.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ramadan menjadi momen yang penuh makna bagi umat Muslim, termasuk bagi pasien yang tengah menjalani pengobatan kanker. Keinginan untuk tetap berpuasa kerap hadir sebagai bagian dari penguatan spiritual di tengah proses terapi.

Namun kondisi medis dan daya tahan tubuh selama pengobatan sering kali menuntut pertimbangan yang matang. Terapi seperti kemoterapi dan radioterapi dapat memengaruhi asupan nutrisi, hidrasi, serta stamina harian. Keputusan berpuasa perlu didasarkan pada evaluasi klinis yang menyeluruh.

Ia menuturkan bahwa tidak semua pasien otomatis dilarang menjalankan puasa Ramadan. Penilaian medis perlu mempertimbangkan jenis kanker, stadium penyakit, status gizi, serta terapi yang sedang dijalani. Penyakit penyerta seperti diabetes, gangguan ginjal, atau masalah jantung turut menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan.

“Secara umum, boleh atau tidaknya sangat individual dan bergantung pada kondisi klinis masing-masing pasien,” ujar Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Onkologi Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), R. Wahyu Kartiko Tomo menjelaskan keputusan berpuasa pada pasien kanker bersifat sangat individual, Senin, 23 Februari 2026.

Baca juga: Refleksi Bencana Ekologis Sumatra: Mitigasi Bencana Berbasis Spiritual, Pengetahuan Lokal, dan Sains

Prinsip utama dalam menentukan kelayakan berpuasa adalah memastikan tidak ada gangguan terhadap efektivitas terapi. Bila puasa berpotensi memperburuk kondisi atau menghambat proses pengobatan, maka sebaiknya ditunda.

Keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan medis. Evaluasi menyeluruh sebelum Ramadan sangat dianjurkan agar pasien memahami risiko yang mungkin timbul.

“Prinsipnya, jika puasa berpotensi mengganggu terapi atau memperburuk kondisi klinis, maka sebaiknya ditunda,” jelas dia.

Kemoterapi kerap menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan, hingga kelelahan berat. Risiko dehidrasi dan gangguan elektrolit juga dapat meningkat selama masa terapi.

Dalam kondisi asupan cairan dan kalori yang terbatas, puasa bisa memperberat gejala tersebut. Pasien dengan status gizi kurang perlu mendapat perhatian khusus karena rentan mengalami penurunan berat badan lebih cepat.

“Puasa dapat memperberat kondisi terutama bila asupan cairan kurang dan intake kalori tidak mencukupi,” tutur dia.

Radioterapi pun memiliki tantangan tersendiri tergantung lokasi penyinaran. Pada area kepala dan leher, pasien bisa mengalami nyeri menelan dan kesulitan makan. Penyinaran di area perut dapat memicu mual atau diare, sementara paparan di area luas sering menimbulkan fatigue berat.

Dalam situasi seperti itu, pembatasan asupan selama puasa berisiko meningkatkan dehidrasi serta penurunan berat badan signifikan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kelanjutan terapi apabila tidak ditangani dengan tepat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Daya Tahan TubuhKemoterapi dan RadioterapiPasien KankerPuasa RamadanRSA UGM

Editor

Next Post
Suasana tambang bawah tanah. Foto Dok. PT Freeport Indonesia.

Walhi Tolak Perpanjangan MoU Operasional Freeport di Tanah Papua

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media