Tri menambahkan, tawon sosial seperti tawon kertas juga berpotensi mengingat individu yang pernah mengganggu sarangnya.
Jika merasa terancam, tawon akan menunjukkan perilaku defensif sebagai bentuk perlindungan terhadap koloni. Ancaman dikenali terutama melalui penglihatan, baik wajah maupun gerakan. Gerakan yang tiba-tiba atau mencurigakan di sekitar sarang dapat memicu respons pertahanan.
“Ketika sarang terganggu, tawon dapat bereaksi agresif dan kemungkinan memberikan respons yang lebih intens apabila bertemu kembali dengan ancaman yang pernah dikenali sebelumnya. Kemampuan ini merupakan strategi pertahanan koloni,” jelas dia.
Selain mengandalkan penglihatan, tawon juga menggunakan komunikasi kimia melalui feromon. Senyawa ini berfungsi menyampaikan berbagai informasi kepada anggota koloni, termasuk adanya ancaman.
“Tawon juga menggunakan feromon komunikasi untuk memberi tahu anggota koloni mengenai adanya bahaya,” terang dia.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu sarang tawon ketika menemukannya di lingkungan sekitar. Masyarakat sebaiknya tidak melempar, mengguncang, atau membakar sarang tawon. Jaga jarak aman, hindari gerakan mendadak di sekitar sarang, dan jangan menggunakan aroma yang terlalu menyengat ketika berada dekat sarang.
Tawon pada dasarnya bersifat defensif dan hanya menyerang ketika merasa terancam. Mau mencoba? [WLC02]
Sumber: IPB University






Discussion about this post