Selasa, 22 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya

Sebaiknya jangan mengganggu tawon dan menggunakan aroma menyengat di dekat sarang tawon.

Jumat, 19 Juni 2026
A A
Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.

Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Tri menambahkan, tawon sosial seperti tawon kertas juga berpotensi mengingat individu yang pernah mengganggu sarangnya.

Jika merasa terancam, tawon akan menunjukkan perilaku defensif sebagai bentuk perlindungan terhadap koloni. Ancaman dikenali terutama melalui penglihatan, baik wajah maupun gerakan. Gerakan yang tiba-tiba atau mencurigakan di sekitar sarang dapat memicu respons pertahanan.

“Ketika sarang terganggu, tawon dapat bereaksi agresif dan kemungkinan memberikan respons yang lebih intens apabila bertemu kembali dengan ancaman yang pernah dikenali sebelumnya. Kemampuan ini merupakan strategi pertahanan koloni,” jelas dia.

Selain mengandalkan penglihatan, tawon juga menggunakan komunikasi kimia melalui feromon. Senyawa ini berfungsi menyampaikan berbagai informasi kepada anggota koloni, termasuk adanya ancaman.

“Tawon juga menggunakan feromon komunikasi untuk memberi tahu anggota koloni mengenai adanya bahaya,” terang dia.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu sarang tawon ketika menemukannya di lingkungan sekitar. Masyarakat sebaiknya tidak melempar, mengguncang, atau membakar sarang tawon. Jaga jarak aman, hindari gerakan mendadak di sekitar sarang, dan jangan menggunakan aroma yang terlalu menyengat ketika berada dekat sarang.

Tawon pada dasarnya bersifat defensif dan hanya menyerang ketika merasa terancam. Mau mencoba? [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FMIPA IPB UniversityKoloni TawonPolistes fuscatusSarang TawonTawon Kertas

Editor

Next Post
Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.

LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media