Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi Masaro Ubah Kebiasaan Buang Sampah Menjadi Jual Sampah

Penanganan sampah butuh manajemen. Tak lagi sekadar kumpul-angkut-buang sampah, tapi menjadi pilah-angkut-proses-jual sampah.

Senin, 23 Oktober 2023
A A
Ilustrasi pemilahan sampah. Foto itb.ac.id.

Ilustrasi pemilahan sampah. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Ini Pemicu Gempa Dangkal Guncang Nias Selatan

Sementara itu, sampah yang lambat membusuk meliputi daun, kulit buah keras, tulang, hingga kayu lunak diproses dengan pengomposan menggunakan sejumlah teknologi. Pengomposan yang normalnya berbulan-bulan, kini hanya memerlukan waktu tujuh hari.

Adapun sampah plastik, kertas tidak bernilai, pembalut, bungkus makanan, dan barang bekas yang dapat terbakar diolah dengan insenerator yang menghasilkan pestisida organik untuk mencegah hama tanaman dan pertanian. Sebanyak satu ton sampah bisa menghasilkan 4000 liter pestisida organik.

Baca Juga: Kurangi Sampah Plastik Sekali Pakai, ITB Luncurkan Stasiun Isi Ulang Air Minum

Salah satu hasil dari penggunaan produk Masaro bagi pertanian di Tinumpuk, Indramayu, pada 2016. Lahan pertaninan yang menggunakan produk Masaro bisa panen dua pekan lebih cepat, padahal ditanam lebih lambat 10 hari. Biaya yang dikeluarkan 2/3 lebih murah, tidak terkena hama, hasil lebih bersih, panen meningkat dari 5 ton menjadi 8,4 ton, dan pH tanah menjadi netral.

Ia berharap, teknologi tersebut dapat diterapkan lebih masif untuk penanganan sampah di Indonesia. Serta menjadikan bidang pertanian, peternakan, dan perikanan lebih bersih dan menguntungkan. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: cost centerManajemen Sampah Zeropenanganan sampahprofit centerTeknologi Masaro ITBzero waste

Editor

Next Post
Pulau kecil Wawonii yang terancam ekosistemnya akibat aktivitas tambang nikel. Foto jatam.org.

Perusahaan Tambang Nikel Gugat UU 27 Tahun 2007, Walhi: Ancaman Kelangsungan Hidup Pulau Kecil

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media