Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi Memanen Air Hujan dan Restorasi Sungai UGM Atasi Krisis Air

Populasi dunia tahun 2022 mencapai lebih dari 7,9 miliar jiwa dan terus meningkat. Angka itu berbalik dengan ketersediaan air bersih.

Sabtu, 25 Mei 2024
A A
Ilustrasi hujan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Ilustrasi hujan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Laporan Bank Dunia Tahun 2022 disebutkan, bahwa saat ini populasi dunia mencapai lebih dari 7,9 miliar jiwa dan terus meningkat setiap tahunnya. Angka tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan air bersih dunia. Indonesia sendiri diperkirakan akan mengalami krisis air bersih pada tahun 2040. Ancaman ini tentunya memerlukan penanganan dan antisipasi khusus agar masyarakat tidak kekurangan air bersih.

Pakar hidrologi sekaligus Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof Agus Maryono memperkenalkan Gerakan Memanen Air Hujan Indonesia dan Gerakan Restorasi Sungai Indonesia. Menurut dia, air hujan dapat menjadi salah satu sumber air alternatif, terlebih dengan kondisi dua musim yang dimiliki Indonesia.

Mengingat selama ini air hujan yang turun setiap periode musim penghujan langsung dialirkan ke saluran drainase tanpa ada upaya pengolahan kembali. Padahal, rata-rata curah hujan Indonesia mencapai 2.000-3.000 millimeter per tahun.

Baca Juga: Geomimo BRIN untuk Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penanggulangan Bencana

“Sebenarnya air tanah itu tidak hanya dipompa, dipakai, dan diukur, tapi perlu dikonservasi. Salah satu konservasinya adalah dengan air hujan,” kata Agus dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis, 23 Mei 2024.

Air hujan yang dikonversi bisa diinjeksikan ke dalam tanah sehingga bisa memperbaiki kualitas dan kuantitas air tanah.

Selain memanen air hujan, Agus juga menyampaikan upaya restorasi sungai. Menurut dia, sungai memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat, termasuk dalam hal ketersediaan air bersih. Sayangnya, kondisi sungai-sungai di Indonesia justru sangat memprihatinkan dengan adanya tumpukan sampah dan ekosistem yang tidak terawat.

Baca Juga: Jokowi Klaim Bendungan Jadi Solusi Krisis Air, Walhi Ingatkan Kasus Wadas

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: krisis airmemanen air hujanperubahan iklimProf Agus Maryonorestorasi sungaiSekolah Vokasi UGM

Editor

Next Post
Danau Toba, Sumatera Utara menjadi ajang F1 Powerboat 2024. Foto Kemenparekraf.

Selamatkan Ekosistem Danau!

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media