Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi Memanen Air Hujan dan Restorasi Sungai UGM Atasi Krisis Air

Populasi dunia tahun 2022 mencapai lebih dari 7,9 miliar jiwa dan terus meningkat. Angka itu berbalik dengan ketersediaan air bersih.

Sabtu, 25 Mei 2024
A A
Ilustrasi hujan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Ilustrasi hujan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Ia menawarkan lima konsep restorasi sungai, yakni restorasi hidrologi, restorasi ekologi, morfologi, sosial ekonomi, serta restorasi kelembagaan dan peraturan.

Kedua solusi menghadapi ancaman krisis air itu sudah diterapkan bertahun-tahun di tengah masyarakat dan menuai hasil yang signifikan. Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta dan Glintung, Malang menjadi dua desa yang memelopori Gerakan Memanen Air Hujan. Komitmen Tegalrejo menerapkan inovasi tersebut membuat daerah ini mendapat predikat Kampung Ramah Air Hujan.

Ide untuk memberikan solusi menghadapi ancaman krisis air bersih tersebut sudah disampaikan Agus Maryono dalam workshop internasional “Groundwater Sustainability in Indonesia: A Scoping Study to Pilot a Participatory Groundwater Management Approach” pada 7-8 Mei 2024 lalu di Jakarta. Workshop ini menjadi salah satu respon terhadap isu ketersediaan air beserta penanganannya, khususnya di Indonesia.

Baca Juga: Dwikorita Karnawati, Sistem Peringatan Dini untuk Semua Masih Timpang

Workshop yang berlangsung selama dua hari ini merupakan hasil kerja sama dari beberapa lembaga, antara lain Western Sydney University, Indonesian National Committee of UNESCO’s International Hydrology Program (IHP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA). Selain itu, Departemen Urusan Luar Negeri Australia melalui Australian Water Partnership (AWP) juga menjadi sponsor utama dalam workshop ini.

Partisipasi Agus dalam workshop internasional sekaligus menjadi komitmen UGM untuk terus menghasilkan inovasi teknologi dan ilmu pengetahuan berbasis keberlanjutan. Kesadaran akan ancaman krisis air bersih diharapkan dapat tumbuh di masyarakat, sehingga memunculkan kebiasaan bijak menggunakan air bersih.

“Krisis air itu akan terjadi, karena perubahan iklim. Masyarakat akan tergantung pada air-air yang dari PDAM, lama-lama tidak bisa memenuhi kebutuhan. Saya harap pemerintah bisa mendesain untuk memaksimal air hujan ini untuk kebutuhan masyarakat,” harap Agus. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: krisis airmemanen air hujanperubahan iklimProf Agus Maryonorestorasi sungaiSekolah Vokasi UGM

Editor

Next Post
Danau Toba, Sumatera Utara menjadi ajang F1 Powerboat 2024. Foto Kemenparekraf.

Selamatkan Ekosistem Danau!

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media