Jumat, 6 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi

Bisa saja roti belum melewati tanggal kedaluwarsa sudah berjamur karena perlakuan penyimpanan yang tidak baik, seperti di tempat yang terlalu lembap atau suhu terlalu hangat.

Minggu, 8 Maret 2026
A A
Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.

Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Mengonsumsi roti berjamur dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan, seperti gangguan saluran cerna, seperti mual, muntah, nyeri perut, atau diare. Untuk beberapa individu yang sensitif, jamur bisa memicu reaksi alergi. Bahkan jika makanan yang terkontaminasi mengandung mikotoksin dalam jumlah tertentu, dalam jangka panjang dapat berdampak lebih serius, misalnya gangguan hati atau efek toksik lainnya.

“Pada anak-anak yang sistem imunnya masih berkembang, risiko efek kesehatan bisa lebih besar dibandingkan orang dewasa,” ucap dia.

Roti berjamur tidak selalu telah melewati masa kedaluwarsa. Bisa saja roti belum melewati tanggal kedaluwarsa sudah berjamur karena perlakuan penyimpanan yang tidak baik, seperti di tempat yang terlalu lembap atau suhu terlalu hangat.

Sebab jamur dapat tumbuh lebih cepat dalam kondisi tersebut. Terlepas dari tanggal kedaluwarsa, sebaiknya roti yang sudah berjamur tidak dikonsumsi.

Ada beberapa ciri fisik yang menandakan roti tidak layak dikonsumsi. Antara lain muncul bintik atau bercak jamur, biasanya berwarna hijau, hitam, putih, atau kebiruan. Roti berbau apek atau asam yang tidak biasa, tekstur menjadi lembab berlebihan atau berlendir, dan ada perubahan warna pada permukaan roti.

Baca juga: Demi Hutan Adat, Masyarakat Adat Malind Gugat Izin Pembangunan Jalan 135 Kilometer

“Jika salah satu tanda tersebut muncul, sebaiknya roti tidak dikonsumsi,” pesan dia.

Agar kasus roti berjamur tidak terulang kembali, ia berharap kepada pihak terkait melakukan pengawasan kualitas pangan secara lebih ketat mulai dari produksi hingga distribusi. Melakukan kontrol masa simpan dan tanggal produksi pada setiap produk yang didistribusikan dan melakukan penyimpanan yang sesuai, misalnya pada suhu yang tepat dan lingkungan yang tidak lembap.

Tidak ketinggalan melakukan sistem pemeriksaan sebelum distribusi ke sekolah, sehingga makanan yang tidak layak bisa terdeteksi lebih awal.

“Jika perlu dilakukan pelatihan terkait keamanan pangan bagi pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan sekolah. Saya kira dengan sistem pengawasan yang baik, risiko kontaminasi pangan seperti ini sebenarnya dapat diminimalkan,” imbuh dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Farmasi UGMprogram MBGRoti Beracun

Editor

Next Post
Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.

Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media