Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tenaga Kesehatan Cadangan untuk Hadapi Krisis Kesehatan dan Bencana

Jumat, 23 Desember 2022
A A
Pengungsi gempa Cianjur saat menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim tenaga kesehatan. Foto Dok BNPB.

Pengungsi gempa Cianjur saat menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim tenaga kesehatan. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Suharyanto menyampaikan, strategi penguatan ketahanan sistem kesehatan melalui tenaga cadangan kesehatan merupakan langkah baik dan patut didukung. Mengingat Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi.

Baca Juga: Libur Nataru, Kemenparekraf Luncurkan 100 ‘Pak Wisnu’

Ia mencontohkan, saat penanganan bencana gempa bumi di Cianjur, keberadaan tenaga kesehatan maupun relawan kesehatan memegang peranan krusial dan penting untuk memberikan bantuan kegawatdaruratan maupun kemanusiaan kepada para korban.

Ia berharap pencanangan tenaga kesehatan cadangan bisa diperluas dan ditingkatkan untuk membantu memperkuat respon terhadap bencana.

“Selama ini, ada relawan dalam penanganan bencana. Tapi dengan adanya tenaga kesehatan cadangan, tanggap darurat akan lebih baik lagi,” kata Suharyanto.

Baca Juga: Indonesia Desak Negara Maju Mendanai Pelestarian Keanekaragaman Hayati Dunia

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati juga turut mengapresiasi program penguatan tenaga kesehatan cadangan tersebut. Ia berharap upaya pencegahan maupun kapasitas respons pemerintah terhadap bencana kesehatan maupun bencana alam semakin optimal.

“Semoga melalui upaya ini, sinergi dan efektivitas kinerja untuk mencegah atau mengurangi risiko korban jiwa dapat terwujud dengan sukses,” kata Dwikorita. [WLC02]

Sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BMKGBNPBKemenkeskrisis kesehatan dan bencananota kesepahamanrisiko korban jiwatenaga kesehatan cadangantransformasi ketahanan sistem kesehatan

Editor

Next Post
Salah satu lokasi karst di KBAK Gunung Sewu, Gunungkidul, DIY yang rusak karena ditambang. Foto jogja.walhi.or.id

Kawasan Resapan Air Hujan Terancam Rusak Akibat Rencana Pengurangan KBAK Gunung Sewu

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media