Suharyanto menyampaikan, strategi penguatan ketahanan sistem kesehatan melalui tenaga cadangan kesehatan merupakan langkah baik dan patut didukung. Mengingat Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi.
Baca Juga: Libur Nataru, Kemenparekraf Luncurkan 100 ‘Pak Wisnu’
Ia mencontohkan, saat penanganan bencana gempa bumi di Cianjur, keberadaan tenaga kesehatan maupun relawan kesehatan memegang peranan krusial dan penting untuk memberikan bantuan kegawatdaruratan maupun kemanusiaan kepada para korban.
Ia berharap pencanangan tenaga kesehatan cadangan bisa diperluas dan ditingkatkan untuk membantu memperkuat respon terhadap bencana.
“Selama ini, ada relawan dalam penanganan bencana. Tapi dengan adanya tenaga kesehatan cadangan, tanggap darurat akan lebih baik lagi,” kata Suharyanto.
Baca Juga: Indonesia Desak Negara Maju Mendanai Pelestarian Keanekaragaman Hayati Dunia
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati juga turut mengapresiasi program penguatan tenaga kesehatan cadangan tersebut. Ia berharap upaya pencegahan maupun kapasitas respons pemerintah terhadap bencana kesehatan maupun bencana alam semakin optimal.
“Semoga melalui upaya ini, sinergi dan efektivitas kinerja untuk mencegah atau mengurangi risiko korban jiwa dapat terwujud dengan sukses,” kata Dwikorita. [WLC02]
Sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id







Discussion about this post